Assalammu’alaikum Warohmat-Alloh Wabarokatu.

Segala puji dan rasa syukur yang tiada batas senantiasa kami panjatkan ke Hadhirat ALLOH SWT, pencipta dan penguasa alam semesta. Sholawat dan salam sejahtera selalu tercurah kepada Para Utusan/Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing dan menjembatani kami ke jalan ridho-Nya, dan ALLOH SWT senantiasa selalu memebrikan/menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Sebelum kami mengungkap hal ini dengan rasa rendah hati, menyampaikan mohon maaf bilamana dalam penyampaian berita baik ini ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati anda (kekurangan, kelemahan atau kesalahan itu tibul karena manusianya, kesempurnaan hanya milik ALLOH SWT). Berita baik ini tetap harus kami ungkapkan, mengenai “sesuatu” yang selama ini masih menjadi “Rahasia ALLOH SWT”.

Syukur alhamdulilah atas izin dan ridho dari ALLOH SWT & Para Rosul ALLOH SWT, kami bermaksud menyampaikan berita baik ini mengenai :

KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT YANG TERTANGGUHKAN

Mengingat sudah semakin jelasnya bukti-bukti peringatan dari sisi ALLOH SWT yang sudah dan sedang diturunkan oleh ALLOH SWT ke alam dunia ini, yang menuntun kita agar selalu ingat dan mendekat kepada ALLOH SWT, namun bukti-bukti peringatan yang diturunkan oleh ALLOH SWT ini tidak banyak membuat manusia sadar atau tergugah akan hal ini, akibat dari manusia sudah semakin pintar dalam mengolah logika akal/otaknya, terlena akan tipu daya kenikmatan kehidupan ke-dunia-an, yang pada akhirnya mereka lupa akan makna hidup yang sesungguhnya di alam dunia ini.

Dengan terus-menerus dibuatnya tulisan-tulisan ini tiada lain semata-mata hanya untuk memberikan pencerahan tentang adanya tanda-tanda / bukti kekuasaan ALLOH SWT di muaka bumi ini yang keberadaannya belum banyak diketahui oleh sebagian besar ummat manusia yang hidup di dunia saat ini. Tanda-tanda/bukti nyata tentang adanya kekuasaan ALLOH SWT yang sudah di turunkan di muka bumi ini memang sifatnya masih “RAHASIA ALLOH SWT” dan hanya mampu di ketahui atau di deteksi keberadaannya oleh Insan Sejati yang memiliki Qolbu yang baik itupun atas izin/Ridho dari sisi ALLOH SWT. Sekalipun manusia yang memiliki gelar ke-dunia-an yaitu Professor, Doctor atau Pakar ke-dunia-an tidak akan pernah mampu mengurai atau mengungkapkannya, justru yang ada hanya penyangkalan-penyangkalan karena terlalu mengandalkan kehebatan logika akal. Syukur Allahmdulillah ALLOH SWT dan Para Rosul ALLOH SWT sudah meridhoi untuk memulai mengungkapkannya sedikit-demi sedikit sehingga manusia didunia yang kental dengan ke-dunia-an akan mudah memahaminya.

Saudaraku dimanapun anda berada, selain yang sudah ditulis dalam tulisan-tulisan sebelumnya, penulis berusaha memberikan contoh-contoh yang nyata tentang adanya bukti kekuasaan ALLOH SWT di alam dunia ini. Adapun bukti-bukti yang nyata tentang kekuasaan ALLOH SWT pada zaman manusia sekarang ini umumnya baru akan bisa percaya apabila ditunjukan hal-hal yang masuk dalam logika akal mereka, maka penulis akan berusaha menunjukan adanya bukti ini dengan hal yang masuk logika manusia terutama yang terkait kepada kebutuhan manusia di alam dunia ini yaitu “UANG”.

Uang oh.., uang.. !!!, itulah obsesi manusia yang hidup di alam dunia saat ini, karena dengan uang manusia dapat memuaskan segala keinginannya, sekalipun cara mendapatkannya menindas atau merugikan orang lain (antara halal dan haram sudah tidak ada bedanya lagi), yang penting apa yang menjadi keinginan pribadi,kelompok atau golongannya dapat tercapai.

Sadarlah wahai ummat manusia, bahwa ALLOH SWT mengendalikan segala apapun yang ada di muka bumi ini, apalagi khususnya yang menyangkut dengan “UANG”. Uang sudah menjadi salah satu sarana di dunia yang ALLOH SWT ciptakan untuk tujuan memakmurkan ummat manusia, namun pada kenyataannya manusia saat ini, terutama manusia yang memiliki kedudukan dalam hal jabatan ke-dunia-an yaitu dalam jabatan pemerintahan, jabatan per-bank-kan dan jabatan Perusahaan, bersekongkol dalam memanipulasi agar dapat menguasai atau memiliki uang yang bukan haknya untuk mencapai kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.

Mereka tidak menyadari bahwa akibat dari ulah persekongkolan antara “PEJABAT PER-BANK-KAN, PEJABAT PEMERINTAH DAN PEJABAT PENGUSAHA” dalam memanipulasi uang yang bukan haknya mengakibatkan “TERTANGGUHKANNYA KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT” yang sesungguhnya secara nyata ALLOH SWT sudah turunkan di muka bumi ini.

Sebelum menunjukan keberadaan Uang yang ALLOH SWT ciptakan dan dalam kendali-Nya, penulis sekali lagi mengucapkan mohon maaf apabila pembaca ada yang merasa tersinggung akibat terkait persekongkolan tersebut diatas, karena semua ini memang sesungguhnya adalah merupakan “RAHASIA DARI SISI ALLOH SWT” dan merupakan “RAHASIA NEGARA-NEGARA HEBAT DIDUNIA” juga merupakan “RAHASIA NEGARA-NEGARA YANG TERKAIT DENGAN TEMPAT DIMANA DITITPKANNYA UANG-UANG MILIK ALLOH SWT”. Pengungkapan ini adalah merupakan fakta yang diperpoleh atas dasar hasil Pengamatan dan Penghayatan penomena alam dan gejala ekonomi global di alam dunia saat ini, kami mengucapkan syukur kepada ALLOH SWT dimana ALLOH SWT telah meridhoi kami untuk menerima hidayah, menganai keyakinan akan kekuasan ALLOH SWT yang telah tersusun dengan sempurna di muka bumi ini, tanpa disadari oleh ummat manusia itu sendiri. Karena sesungguhnya hal ini ada dan terjadi terkait dengan akhir zaman.

Dimanakah sesungguhnya diletakan/disimpan Harta yang berupa Uang milik ALLOH SWT yang saat ini telah nyata diturunkan ke alam dunia ini ?…….

Tentunya sangat jelas bahwa tempat untuk menyimpan dan tempat untuk perputaran uang yang cukup besar ALLOH SWT telah susun/masukan ke dalam dunia per-bank-kan baik nasonal maupun internasional, dengan metode atau cara rahasia yang ALLOH SWT turunkan ke dunia, dimana manusia di dunia tidak akan pernah menyadari tentang adanya proses ini dan tidak akan pernah mampu untuk mendeteksi atau apalagi menghalangi, (Hanya Insan Sejati yang memiliki Qolbu yang baik dan atas Ridho dari ALLOH SWT akan mampu mengurai atau mengetahuinya).

Bagaimanakah sesungguhnya status keberadaan Harta-hrta milik ALLOH SWT saat ini, yang telah ditempatkan pada dunia per-bank-kan ?…….,

Tahun 2001 Pemerintah Indonesia telah menanggung hutang Rp.510,55 Triliun ditambah bunga pinjaman tahun berjalan/2001 sebesar Rp.60 Triliun, atau jumlah keseluruhan Rp.571,55 Triliun. Pemerintah menutup/membayar kewajiban tersebut dengan menerbitkan Obligasi Pemerintah sebesar Rp.655 Triliun, yang dijamin dengan ASET yang dikelola oleh Badan Penyehatan Perbangkan Nasional (BPPN) sebesar Rp.542 Triliun. Aset-aset tersebut merupakan aset BANK yang dilikwidasi, Bank B.T.O, Investasi BANK Rekapitulasi dan sebagainya. Namun karena ada “persekongkolan” antar pihak Otoritas Moneter, Lembaga Keuangan dan para Bankir, aset yang dinilai Rp.542 Triliun, sesungguhnya “nilainya” sangat jauh dibawahnya. Sangat mungkin nilai “penggelembungan” mencapai 30% bahkan mungkin lebih.

Uraian tersebut diatas adalah masalah BLBI yang merupakan “MEGA SKANDAL EKONOMI INDONESIA”, yang dilakukan oleh segelintir ELITE BIROKRAT, DEWAN MONETER (Kemen. KU dan B.I) serta para BANGKIR yang terkait, yang dalam persekongkolannya bertujuan ikut “MERAMPOK UANG” yang berada pada Rek : ESCROW, dalam kaitannya rekomendasi dari IMF, WORD BANK, ADB dengan dalih untuk BLBI.

Mari kita urai sedikit tentang Birokrasi Rumah Tangga NKRI, yang dibiayai dengan istilah APBN, yaitu Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Belanja Negara.

Kita mengetahui bahwa “Penerimaan Negara” Bersumber dari :

  • PAJAK, yang dibayar oleh anak bangsa
  • Penerimaan BUKAN PAJAK, misalnya penerimaan Fiskal, keuntungan BUMN, retribusi dan sebagainya.
  • Pinjaman LUAR NEGERI,
    Terutama berasal dari Lembaga Keuangan Internasional (IMF, WORD BANK, ADB), kelompok Negara GGI, G-20,   G-7, dan Negara kreditor lainnya secara bilateral.
  • Pinjaman DALAM NEGERI, berasal dari Swasta

Sedangkan “Pengeluaran Negara” adalah untuk :

  • Pengeluaran Rutin, 
    Misalnya : membayar gaji, pensiun, belanja barang dan jasa, biaya pemeliharaan inventaris dan gedung-gedung.
  • Pengeluaran Pembangunan,
    Sebetulnya dana untuk pembangunan diambilkan dari TABUNGAN NEGARA, yaitu dana yang diperoleh karena “saldo plus” antara Penerimaan Negara dikurangi Pengeluaran Negara. Manakala Tabungan Negara bersaldo NIHIL, apalagi MINUS, pembangunan dibiayai dengan cara meminjam baik Pinjaman Luar Negeri, ataupun Pinjaman Dalam Negeri.

Kita mengetahui bahwa system Anggaran Pemerintah R.I menganut sistim BALANCE BUDGET, artinya pengeluaran akan berpijak dan disesuaikan pada Penerimaan, dengan asumsi tanpa embel-embel tambahan DANA yang diperoleh dari PINJAMAN. Kenyataan saat ini biasanya Pengeluaran Negara selalu lebih besar dari pada Penerimaan Negara, akibatnya saldo pada Tabungan Negara NIHIL, bahkan APBN kadang-kadang mengalami DEFISIT. Untuk menutup DEFISIT ANGGARAN, Pemerintah berusaha dengan segala cara, antara lain “salah satu atau salah dua ”mencari kambing hitam”. Dalam hal ini yang dijadikan kambing hitamnya biasanya menaikan PAJAK dan BBM, yang imbasnya langsung akan MENYENGSARAKAN RAKYAT banyak, terutama sangat terasa pada lapisan menengah kebawah, dan derita yang dipikul masyarakat penyandang “RAKYAT MISKIN” sudah tak dapat dibayangkan. Banyak yang melakukan bunuh diri karena stress, kejahatan untuk mempertahankan hidup ada dimana-mana, orang tega menjual anaknya karena tidak dapat memenuhi makan, malah ada yang bersedia menjual “organ tubuh” demi mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, dan sebagainya. Apalagi sekarang ditambah lagi merajalelanya para koruptor baik secara perorangan maupun secara kelompok yang saat ini sudah melanda pada semua tatanan birokrasi di Pemerintah bahkan sudah masuk pada tatanan birokrasi masyarakat bawah. Inilah penyebab “Penderitaan Bathin” bagi masyarakat banyak.

Ya ALLOH, Ya Para ROSUL ALLOH SWT, semoga “KEBERKAHAN DARI SISI –MU YANG TERTANGGUHKAN” yaitu “titipan” Harta dan Benda milik-MU yang “telah tertangguhkan” karena ulah hamba-hamba-MU, yang seungguhnya keberadaannya telah “SIAP & NYATA”, ENGKAU turunkan Ridho atasnya, semoga segera dapat dimanfaatkan untuk menolong hamba-hamba-MU yang belum pernah ikut menikmati Indah dan Manisnya Dunia-MU. Dan turunkan AZAB bagi Hamba-hamba-MU yang secara sadar ataupun tidak secara sadar menyengsarakan sesamanya, dan telah ENGKAU masukan dalam daftar MESIN PENCUCIAN yang telah ENGKAU persiapkan disisi-MU, manakala mereka tidak segera memohon ampunan dan bertaubat kepada-MU, karena kelalaiannya tidak MENGAMATI dan MENGHAYATI apalagi MEYAKINI atas peringatan yang ENGKAU turunkan lewat “ALAM YANG BERBICARA”, yaitu dengan adanya BENCANA ALAM yang TELAH terjadi, SEDANG terjadi dan AKAN terjadi diseluruh permukaan bumi, terutama di bumi NKRI yang kita cintai ini. Amin…., Amin…, Amin…., ya ROB alamin.

Kembali kepada masalah BLBI,

Pemerintah bertanggung jawab atas pengucuran DANA BLBI sebesar Rp.510,55 Triliun, yang dipinjam dari dana pada Rek : ESCROW pada Bank Indonesia, yang sebetulnya memang atas rekomendasi dari IMF, WORLD BANK dan ADB, dengan dana talangan BLBI yang disetujui sebesar Rp.23 Triliun pada 1 Nopember 1997. Karena ada konsfirasi/persekongkolan merampok dana yang ada pada Rek : ESCROW pada BI, maka BLBI tidak terkendali hingga mencapai angka tersebut di atas, dimana jumlah tersebut terdiri dari beberapa komponen pengeluaran yaitu :

  1. Rekapitulasi dan BLBI :………………………………. Rp. 426,8 Triliun
    a. BLBI – BUMN Rp.175,3 Triliun
    b. BLBI – 48 Bank Umum Rp.144,5 Triliun
    c. Rekapitulasi lainnya Rp.107,0 Triliun
  2. Program Penjaminan :…………………………………..Rp. 73,8 Triliun
  3. Kredit Program :………………………………………….. Rp. 9,95 Triliun
    Jumlah 1 + 2 + 3 : …………………………………….. Rp. 510,55 Triliun

Bila ditambah bunga Bank tahun berjalan/2001 sebesar Rp.60 Triliun, maka jumlah seluruh sebesar Rp. 571,55 Triliun.

Catatan :
Dari BLBI-48 Bank Umum sebesar Rp.144,5 Triliun, Sesuai Auditor  Pemerintah menemukan temuan-temuan yang membuat “biji mata” mencelat keluar, karena kaget ¾ mati (bukan ½ mati) dengan adanya temuan bahwa 96% dinyatakan berpotensi merugikan Negara sebesar Rp.138,4 Triliun, dimana dari jumlah tersebut dinyatakan adanya penyimpangan sebesar Rp.84,8 Triliun.

Nah, bagaimana dengan temuan yang lain ?…., tentunya hasilnya “setali tiga uang” alias “podo wae”

Nah sekarang kita ulas tentang keberadaan dana yang ada pada Rek:ESCROW, pada Bank Indonesia.

Pertanyaan :

  1. Bersumber dari manakah dana tersebut
  2. Siapakah pemiliknya
  3. Siapakah yang dapat mencairkan Rek: ESCROW tersebut

Jawabannya :

  1. Bersumber dari manakah dana tersebut :
    Dana pada Rek: ESCROW bersumber dari transaksi keuangan yang disebut “EURO CLEAR” dengan Konsultan Pelaksana : THE GROUP OF B.A.LTD, Sweden Branch. Status B.I dalam hal ini merupakan “jembatan” yaitu menampung DANA berasal dari Negara, Group Negara Eropa yang transaksinya masuk “setiap saat” selama 24 jam (dalam waktu tidak ditentukan). Transaksi Keuangan Euro Clear diawali tanggal 18 September 1995, yang menggunakan standar satuan mata uang US Dollar ($), Pund Sterling dan Deucth Mark (DM). Pada saat BLBI dikucurkan saldo pada Rek: ESCROW, apabila dihitung dengan mata uang Dollar sudah mencapai lebih dari US $. 91 Milyar, dan transaksi tersebut sampai sekarang tetap berjalan maka salah satunya akibat proses ini, kelompok Negara Eropa saat ini sedang mengalami “KRISIS FINANSIAL”,
  2. Siapakah pemiliknya :
    Karena transaksi keuangan EURO CLEAR merupakan “proses birokrasi dunia” yang sesungguhnya adalah MURNI merupakan HARTA & BENDA MILIK ALLOH SWT yang DITITIPKAN kepada “INSAN HABLUMMINALLOH” yang ditunjuk secara langsung oleh ALLOH SWT, demi membangun masyarakat dunia seutuhnya, moril maupun materil, yaitu tatanan masyarakat yang adil, makmur sejahtera, tentram serta manusiawi, bersama pemeluk agama dapat hidup berdampingan layaknya dalam “SURGA DUNIA” atau BALDATUN TOYIBATUN WARUHUN GAFUR. Sedangkan pelaksana “pengurusan serta penyelesaian” transaksi keuangan EURO CLEAR dilakukan oleh para UTUSAN/ROSUL ALLOH SWT, yang diturunkan kembali ke dunia, berkaitan dengan RISALAH ALLOH SWT, yang telah, sedang dan akan terus berjalan di dunia, semata-mata karena Kehendak dan Perintah ALLOH SWT di dunia.  Untuk pencerahan urusan “khusus” tersebut lebih jelasnya silahkan baca “MENGUNGKAP MISTERI SUPER SEMAR” yang kami ungkap dalam situs yang sama tanggal 21 Agustus 2009.
    Pemilik Rek: ESCROW tak lain adalah pemilik WADAH dalam organisasi PT. TRI HASTA sebagaimana keberadaan PT.TRI HASTA telah kami ungkap dalam situs yang sama pada tanggal 02 September 2009 (silahkan baca..!).
  3. Siapakah yang dapat mencairkan Rek : ESCROW tersebut :
    Sesungguhnya Rek: ESCROW hanya dapat dicairkan oleh INSAN HABLUMMINALLOH yang ditunjuk secara langsung oleh ALLOH SWT, dimana Nama, Foto diri, KTP, Kartu Keluarga dan Spicemen tanda tangan atas kehendak ALLOH SWT disampaikan oleh UTUSAN-NYA ke Gedung Putih, sewaktu era kepemimpinan BILL CLINTON di Gedung Putih Amerika Serikat. (Dalam hal tersebut sebagian besar ummat manusia tidak dapat “mendeteksi” urusan ALLOH SWT, hanya INSAN HABLUMMINALLOH yang mendapatkan ridho-NYA dapat mengetahui. Inilah salah satu RAHASIA disisi-NYA). Beliau-lah Insan Hablumminalloh yang ditunjuk oleh ALLOH SWT secara langsung untuk mencairkan dana dalam Rek : ESCROW, termasuk dana dalam Rekening dengan kode – THE HERITAGE FOUNDATION – pada Bank Central Amerika yaitu FEDERAL RESEVE BANK yang pencairannya direncanakan pada tahun 2011, dengan jumlah nilai yang SPEKTAKULER, menurut ukuran Dunia, bukan menurut ukuran Indonesia. Untuk “MENGAMATI dan MENGHAYATI” urusan “khusus” tersebut silahkan baca “MENGUNGKAP RAHASIA DARI SISI ALLOH SWT YANG TELAH DITURUNKAN DI BUMI” yang kami ungkap dalam situs yang sama tanggal 18 Juli 2009.
    Atas Rekomendasi IMF, WORLD BANK & ADB, oleh otoritas keuangan di Indonesia dana tersebut dapat dicairkan dengan dalih untuk BLBI. Inilah kesalahan “Fatal” dimana ALLOH SWT sangat murka, yang di tenggarai pada tahun-tahun terakhir terus-menerus diturunkan BENCANA ALAM DISELURUH PERMUKAAN Bumi, terutama di Indonesia, dimana hal ini merupakan peringatan atas tipudayanya manusia yang hanya mementingkan ambisi, emosi dan ego diri demi untuk mengejar kenikmatan duniawi yang tidak abadi dan dilakukan secara bathil. Sebagian besar ummat manusia tidak pernah atau tidak mau MENGAMATI, MENGHAYATI apalagi sampai MEYAKINI atas terjadinya bencana yang terus menerus di alam bumi ini. Sesungguhnya kejadian tersebut merupakan peringatan dari sisi ALLOH SWT, terutama bagi bangsa Indonesia terkait tempat dimana ALLOH SWT akan menurunkan Kebesaran dan Kekuasaan-NYA di muka bumi ini.

Uang pihak ke tiga yang telah tersimpan/tercatat di Bank Central, uang ini pasti bukan turun dari langit, uang ini ada dan terkumpul dari hasil sebuah proses transaksi per-bank-kan “YANG MAHA DAHSYAT”seerti yang di uraikan diatas, dimana proses transaksinya saat ini pasti sangat dirahasiakan oleh para pejabat negeri ini dan negara-negara terkait di seluruh dunia, yang kemudian atas “persekongkolan mereka” digunakan dengan dalih untuk memulihkan krisis ekonomi nasional. Tetapi kenapa pemerintah sendiri tergopoh-gopoh harus bertanggung jawab untuk mengembalikannya dengan cara membuat obligasi senilai yang dipakai ditambah bunga. Nah… dari kasus ini tentunya apabila kita amati dan kita hayati dengan Qolbu yang baik “terdapat sebuah Misteri dan menjadi Hikmah bagi yang mamiliki Qolbu yang baik”, sehingga apabila menggunakan Qolbu yang baik dapat kita simpulkan dengan sederhana bahwa bukti nyata adanya aliran/pergerakan dana/uang yang cukup besar di negri ini. ALLOH SWT memiliki rencana yang cukup “MAHA DAHSYAT” dimana para birokrat/para pejabat sendiri masih belum banyak memahaminya akibat terlalu kental dengan logika akalnya, hal ini bisa kita ketahui dalam segala tindakan atau arah langkah para pejabat negeri ini yaitu sering mengutamakan kepentingan/ambisi pribadi, kelompok atau golongannya, maka pada akhirnya akibat dari ulah mereka “KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT TERTANGGUHKAN”.

Mari kita urai lagi…!!!, Pemerintah menggunakan dana-dana pihak ke tiga yang berada di Bank Indonesia dan kemudian Pemerintah menerbitkan Obligasi berarti pemerintah sendiri tidak memiliki uang yang cukup untuk mengatasi krisis ekonomi akibat ulah perbuatan persekongkolan pejabat tersebut diatas. Kenapa pemerintah melakukan tidakan ini, dimana pemerintah sendiri hanya memiliki cadangan devisa Negara yang jumlahnya kurang dari 100 triliun, tabungan negara jumlahnya “0 (nol)” tetapi berani melakukan “deal hutang-pihutang” dengan badan-badan per-bank-kan Internasional dan negera-negara luar negeri, juga berani menggontorkan dana BLBI diatas cadangan devisa. Apabila kembali di analisa/dihayati oleh Qolbu yang baik hal yang tidak wajar dalam sebuah perhitungan system simpan pinjam atau hutang pihutang, pinjaman lebih besar dari aset, mereka begitu mudah dan pedenya menggelontorkan dana BLBI yang cukup besar itu tanpa ada rasa bersalah dan berdosa dengan tindakan menutup aib dengan cara aib, seharusnya mereka menyadari adanya kekuatan yang “MAHA DAHSYAT” ini adalah kehendak ALLOH SWT terkait risalah akhir zaman.

Pernahkah anda berpikir dan menganalisa wahai para tokoh, para pakar dan para pejabat tentang adanya dana yang cukup besar itu yang tersimpan di Bank Central Indonesia adalah milik ALLOH SWT yang seyogyanya hanya bisa dipergunakan untuk kemakmuran seluruh ummat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi kelompok atau golongan ?……,

Pernahkah berpikir dan menganalisa resiko/konsekwensi apa yang akan di tanggung, apabila menyalah gunakan titipan ALLOH SWT ?……

Apabila para pakar atau para pejabat mengetahui resiko yang akan ditanggung, tentunya secara pasti mereka akan berpikir sejuta kali, maka Kerisis ekonomi yang menimbulkan kasus BLBI tidak akan pernah terjadi, dan masyarakat akan meraih kesejahteraannya sesuai kehendak ALLOH SWT. Kasus-kasus yang serupa ini banyak terjadi di negara-negara di dunia saat ini, baik negara besar atau negara maju, bahkan di negri kita ini terulang kembali kasus yang serupa ini yaitu “KASUS BANK CENTURY” tetapi mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ALLOH SWT menguasai, mengendalikan dan memiliki harta-harta di seluruh muka bumi ini untuk dipergunakan dalam rangka mensejahterakan seluruh ummat di dunia menjelang akhir zaman, namun realisasinya/kenyataannya justru tindakan-tindakan sebagian ummat manusia ini yaitu para pejabat yang tersebut diatas berlomba-lomba bersekongkol untuk merekayasa dengan tujuan bisa menguasainya untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya, padahal justru tidakan mereka tanpa disadari sedang menggali kuburannya sendiri sampai untuk anak cucu 7 (tujuh) turunannya. Kembali tindakan hal ini menimbulkan “TERTANGGUHKANNYA KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT” yang pada akhirnya azab “KRISIS GLOBAL, BENCANA ALAM” akan terus menerus menderu menerpa negara-negara diseluruh dibelahan bumi ini.

“Kejadian azab yang sudah dan sedang berlangsung saat ini tidak akan pernah berhenti sebelum para tokoh, para pemimpin atau para pejabat di seluruh dunia menyadari dan mengakui tentang adanya kekuasaan ALLOH SWT yang sedang berjalan di muka bumi ini menjelang akhir zaman”.

Contoh cukup jelas lagi yaitu adanya penyangkalan dari sebuah Bank Central Indonesia yang sedang diterpa isu suap, dimana membuat uraian penjelasan tentang asal usul pemilik duit yang di cetak di Negara Australia, berikut ini adalah kutipan uraian yang telah dimuat dalam sebuah media Detik.com :

Kamis, 27/05/2010 09:54 WIB
Suap Pencetakan Uang

BI Cetak Uang ke Australia Karena RI Butuh Stok Uang 3X Lipat

Herdaru Purnomo – detikFinance
Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mencetak uang pecahan Rp 100.000 ke anak usaha Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia di tahun 1999, karena ketika itu Indonesia membutuhkan stok uang hingga 3 kali lipat dari kondisi normal.

Pencetakan ke Australia itu dilakukan karena Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sudah kelebihan kapasitas. Padahal sebenarnya Peruri juga mampu mencetak uang berbahan polimer seperti uang pecahan Rp 100.000 tahun 1999 itu.

Sekretaris Perusahaan Perum Peruri, Tonny Pandelaki menjelaskan, pada awal tahun 1999 Peruri telah mendapatkan pesanan dari BI untuk mencetak uang dengan berbagai nominal sebanyak 6,1 miliar bilyet. Sehingga ketika BI hendak memesan pencetakan pecahan Rp 100.000, Peruri tidak dapat lagi menampung pesanan yang sudah melebihi kapasitas.

“Maka dari itu, otoritas moneter akhirnya melakukan tender ke Australia untuk mencetak uang baru berbahan Polimer di Australia dengan pecahan Rp 100.000,” jelas Tonny ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (27/05/2010).

“Jadi bukannya kita tidak bisa (mencetak uang diatas bahan Polimer), namun perlu riset dan waktu terlebih dahulu. Memang pada waktu itu tahun 1999 kebutuhan uang sudah mendesak,” imbuh Tony.

Deputi Gubernur BI Budi Rochadi sebelumnya mengatakan, Australia menjadi pelopor untuk bahan uang selain kertas. Budi juga mengatakan, pada saat itu hingga kini pun Perum Peruri, tempat BI biasa mencetak uang, tidak mempunyai teknologi yang memadai untuk mencetak uang dari bahan polimer.

“Dan memang satu-satunya negara yang bisa hanya Australia,” tegas Budi dalam konferensi pers, Selasa (25/5/2010) lalu.

Tonny menjelaskan, pada tahun 1999-2000 sempat ada istilah millenium bugs. Para otoritas moneter di tingkat dunia sepakat untuk menambah stok uang di negaranya masing-masing menjadi 3 kali lipat lebih banyak.

“Kita sudah over capacity waktu itu, makanya karena ada kesepakatan otoritas moneter dunia, BI akhirnya mencetak di negara lain dalam pecahan yang lebih besar yakni Rp 100.000, sekaligus menambah stok uang agar dapat menjadi 3 kali lipat lebih banyak dari jumlah stok normal,” ungkap Tonny.

Oleh karena itu, Tonny menambahkan Peruri dan Australia tidak berlomba-lomba untuk memenangkan tender pencetakan uang Rp 100.000 oleh anak usaha RBA di Australia.

“Itu murni dilakukan oleh Bank Indonesia, Peruri tidak ikut campur dalam tender tersebut,” tegasnya.

Kasus pencetakan uang pecahan Rp 100.000 oleh pihak RBA kini memunculkan ‘bau tak sedap’ dan diduga bernada suap. Pejabat senior dari BI berinisial ‘S’ dan ‘M’ dikabarkan menerima suap hingga US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 12 miliar untuk memenangkan kontrak pencetakan uang kepada anak usaha bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA).

Perwakilan anak usaha RBA di Indonesia, Radius Christanto antara tahun 1999 hingga 2006 secara eksplisit disebut mereferensikan nilai suap yang besar ke pejabat BI, seperti tertuang dalam fax ke Securency International and Note Printing Australia atau Peruri Australia pada 1 Juli 1999.

Mudah-mudahan apa yang telah diuraikan dalam berita situs DETIK.COM benar adanya, namun apabila kita hayati dengan menggunakan Qolbu yang baik terdapat sebuah kejanggalan lagi. Kenapa demikian ?……,

Begini loh…, sudah jelas bahwa dalam setiap mencetak uang harus ada “Collateral” maka senilai collateral itulah baru uang bisa dicetak itupun harus atas sepengetahuan dan persetujuan dunia per-bank-kan International, tidak semudah itu uang dicetak berkali lipat hanya sekedar alasan cadangan. Apabila Pemerintah Indonesia ini mampu mencetak uang diluar negri kenapa disaat itu Pemerintah sedang mengalami kerisis ekonomi harus menggunakan/meminjam dana talangan dari pihak ketiga (siapakah pihak ketiga itu ?…).
Nah… kenapa pihak per-bank-kan luar negri / Internasional tidak memprotes tentang proses pencetakan uang tersebut, karena hal yang demikian ini berarti sudah jelas sesuai prosedur (memiliki Collateral) yang sah, dan milik siapakah koleteral itu ?…., (Jawabannya anda analisa sendiri).

Dengan adanya peredaran/perputaran uang/harta milik ALLOH SWT di alam dunia ini, sebagian umat manusia dari zaman ke zaman bersekongkol untuk menguasai atau memiliki secara paksa dengan berbagai cara, mulai dengan cara peperangan atau penindasan yang pada akhirnya tidak sedikit menimbulkan korban jiwa, akibat persaingan ingin mencapai keinginan/ambisi kekuasaannya baik secara peribadi, kelompok atau golongan. Akibat tindakan/prilaku ini kesejahteraan dimuka bumi ini tidak akan tercapai (ALLOH SWT tidak meridhoi), banyak peringatan-peringatan bahkan azab dari sisi ALLOH SWT telah diturunkan dari zaman-kezaman baik berupa bencana alam, berupa penyakit maupun kerisis ekonomi global, yang menimbulkan ketidak tentraman ummat manusia, peringatan-peringatan ini ALLOH SWT turunkan semata-mata agar supaya manusia bisa belajar untuk berbuat kebaikan dimuka bumi ini yang diridhoi oleh ALLOH SWT.

Contoh bukti nyata di alam dunia ini adanya uang/harta benda milik ALLOH SWT yang telah dimanfaatkan untuk kekuasaan dimana dalam cara mendapatkannya adalah dari hasil sebuah penindasan/persekongkolan atau bahkan dalam cara mendapatkannya melalui jalan baik sesaui ridho ALLOH SWT adalah sebagai berikut :

Di luar negeri :

  1. Munculnya / terbentuknya Kerajaan-kerajaan besar di benua Eropa yang mampu menjajah benua Asia dan Amerika untuk menguasai wilayah yang subur/kaya alamnya.
  2. Banyaknya kerajaan-kerajaan besar yang muncul di timur tengah.
  3. Terbentuknya Negara-negara Hebat di Benua Eropa dan Amerika sehingga dijuluki secara keduniaan adalah
         Negara maju atau Negara Adhikuasa.

Di dalam Negeri :

  1. Pada masa/era sebelum Negara Indonesia terbentuk banyak muncul/terbentuk kerajaan-kerajaan di Nusantara, mulai dari kerajaan Kutai, Kerajaan Goa, Kerajaan Mataram, Kerajaan Majapahit dan sebagainya.
  2. Pada Masa/era setelah Negara Indonesia terbentuk baik mulai periode Soekarno sampai dengan periode Soeharto, banyak muncul Konglomerat/Pengusaha kaya/hebat karena mereka sangat dekat dengan penguasa di zamannya, banyak terbentuknya perusaahan-perusahaan BUMN/BUMD, banyak terbentuknya Bank-bank Nasional, yang kemudian untuk mempertahankan dan melindungi kepentingan/kekuasaan para pengusaha pengusaha, atau raja-raja kecil ini baik secara pribadi, kelompok atau golongan bersekongkol untuk bersatu membentuk organisasi masa, yang mampu mengontrol dan mengendalikan rakyatnya, namun apa hasilnya ?…., yang ada carut-marut yang berkepanjangan, sehingga kesejahteraan di negeri ini tidak akan pernah tercapai, justru iming-iming kesejahteraan dijadikan alat untuk memanipulasi suara tulus rakyatnya yang pada akhirnya ALLOH SWT tidak meridhoi akan tindakan/system seperti saat ini, maka “KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT TERTANGGUHKAN”.Cukup jelas kan…!!!, dari uraiaan singkat tersebut di atas, dapat dideteksi dan dianalisa/disimpulkan dengan mudah oleh Qolbu yang baik atas ridho/izin dari sisi ALLOH SWT tentang adanya sebuah “MISTERI” di muka bumi ini yang selama ini belum banyak manusia dapat memahaminya atau mengetahuinya , hal ini baru saat ini mulai bisa diungkapakan secara bertahap, karena terkait “RISALAH ALLOH SWT menjelang akhir zaman”. Pengungkapan ini terjadi semata-mata karena kehendak/ridho ALLOH SWT untuk kebaikan ummat manusia di seluruh dunia menjelang akhir zaman, bukan untuk kepentingan ambisi pribadi kelompok atau golongan. Karena ummat manusia di dunia saat ini dalam kehidupannya selalu mendewakan Uang (waktunya habis untuk mengumpulkan uang).

“MAKA DENGAN ADANYA UANG INILAH ALLOH SWT AKAN MENUNJUKAN KEKUASAANNYA DI MUKA BUMI INI” sehingga ummat manusia sadar dan kembali ke jalan yang diridhoi-NYA”

Sesungguhnya bagaimanakah cara keluar dari krisis multi dimensi ini ?…..,

“Jawabannya cukup sederhana dan tidak perlu menggunakan akal yang hebat”.

Pilihlah atau tunjuklah pemimpin yang memiliki Qolbu yang baik, (Jujur, Disiplin dan bertanggung jawab/Sportive serta Beramal soleh dan bertaqwa kepada ALLOH SWT), mengenal Jati dirinya dengan sempurna dihadapan ALLOH SWT, “Telah dikukuhkan secara langsung JATI DIRINYA OLEH ALLOH SWT”, memahami darimana berasal dan kemana akan kembalinya, mengutamakan kepentingan ummat, bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongan, maka secara otomatis ALLOH SWT akan ridho menyerahkan seluruh harta kekayaan di muka bumi ini untuk dimanfaatkan dalam mensejahteraan ummat diseluruh dunia, seluruh mahluk dan isi alam semesta ini sujud dan tunduk ikut serta bersama-sama dengan Insan Sejati menjalankan mandat dari sisi ALLOH SWT, (keberkahan akan dirasakan oleh seluruh ummat manusia).

Kemunculan pigur pemimpin seperti ini tidak bisa dimunculkan dari sebuah kelompok atau golongan yang pastinya “Harus Netral alias Independent”. Karena apabila pemimpin dimunculkan dari kelompok atau golongan secara pasti tidakan mereka tidak akan pernah adil/bijaksana, karena secara pasti mereka akan mendahulukan kepentingan/ambisi kelompok atau golongannya.

Contoh jelas kenapa harus Independent/Netral …!!!,

Bangsa ini sudah mulai melupakan atau tidak memahami samasekali bagaimana sejatinya perjalanan yang sesungguhnya bangsa Indonesia ini bisa berdiri/ada, memang perlu dimaklumi dalam memahami hal ini karena harus menggunakan Qolbu yang baik.

Pesan untuk para tokoh, para pakar dan para pejabat, “NEGERI INI TERLAHIR BERKAT RAHMAT DARI SISI ALLOH SWT, ATAS PERJUANGAN LELUHUR KITA YANG PENUH KETEGUHAN DI IRINGI DENGAN TEKAD/NIAT DAN PENGORBANAN JIWA DAN RAGA YANG TULUS, IKHLAS DEMI TERCAPAINYA KEMERDEKAAN YANG HAKIKI” namun pada kenyataannya negri ini setelah terbentuk dijadikan ajang atau tempat untuk “berbagi kekuasaan”, persekongkolan untuk mencapai tahta dan harta, ”KETULUSAN DAN KEPOLOSAN RAKYAT DIMANIPULASI UNTUK KEPENTINGAN KEKUASAAN” .

Untuk mencapai sebuah kesejahteraan yang diridhoi oleh ALLOH SWT, munculnya bukan dari sebuah kepentingan ambisi pribadi, kelompok atau golongan “CONTOHLAH SEPERTI PARA PENDAHULU KITA YANG MEMPERJUANGKAN TERBENTUKNYA NEGERI INI”, dimana pendahulu negeri ini telah mewariskan “PANCASILA” khusus hanya sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan telah diwariskannya PANCASILA ini yang merupakan perangkat ke-dunia-an (hablumminanas) yang ALLOH SWT turunkan melalui Presiden Pertama Indonesia yaitu Soekarno, sesungguhnya terkait dengan Risalah ALLOH SWT yang sedang menyusun sebuah tempat didunia untuk menyongsong diturunkannya “PANCASILA SEJATI” yang merupakan Kehendak ALLOH SWT sebelum bumi ini diciptakan menjelang akhir zaman (dimana saat ini masih dalam lingkungan Hablumminalloh). Disinilah bukti nyata apabila menggunakan Qolbu yang baik bahwa ALLOH SWT beserta para ROSUL ALLOH SWT terlebih dahulu meyusun perangkat/fasilitas pendukung guna terlaksananya kehendak ALLOH SWT di muka bumi ini yaitu PANCASILA SEJATI.

Apakah PANCASILA SEJATI ITU ?….

Pancasila Sejati adalah Kehendak ALLOH SWT untuk ummat manusia di seluruh dunia menjelang akhir zaman, dimana isinya ada lima kehendak ALLOH SWT menjelang akhir zaman yaitu :

  1. Membantu
  2. Membangun
  3. Menata
  4. Mensejahterakan dan
  5. Memakmurkan ummat di seluruh Dunia

Selama pigur pemimpin di negeri ini tidak memiliki tali/hubungan langsung dengan ALLOH SWT dan dimunculkan dari kepentingan ambisi pribadi kelompok atau golongan atas dasar hasil dari rekayasa/memanipulasi ketulusan atau kepolosan rakyatnya, maka jangan berharap kesejahteraan akan segera tercapai, dan apabila para pemimpin dan para pejabat di negeri ini belum juga menyadari, maka segeralah mendekatkan diri kepada ALLOH SWT, karena “NEGRI KITA INI BERDIRI TERKAIT DENGAN RISALAH ALLOH SWT UNTUK MEMAKMURKAN UMMAT DI SELURUH DUNIA MENJELANG AKHIR ZAMAN” yang terjadi diluar perhitungan logika akal/otak manusia.

Disinilah bukti bahwa ALLOH SWT membentuk negeri Indonesia ini sebagai magnet/pusat daya tarik/pusat kendali ekonomi global dengan tujuan untuk mensejahterakan seluruh ummat manusia yang diridhoi oleh ALLOH SWT menjelang akhir zaman, proses tersusun dan terbentuknya visi dan misi yang mulia ini tidak disadari oleh para pejabat, para tokoh dan sebagian besar rakyatnya, bahkan Negara-negara besar di dunia ini, karena didalam kehidupan mereka selalu mengandalkan kehebatan logika akalnya.

Dengan telah diuraikannya tulisan di situs sederhana ini, Penulis mengucapkan Syukur kepada ALLOH SWT dimana telah mendapatkan hikmah yang begitu “MAHA DAHSYAT”, semoga Hikmah-hikmah ini bisa bermanfaat bagi seluruh ummat di dunia ini, terutama untuk para pejabat, para pemeimpin atau para tokoh di negeri ini, sehingga tidak terus-menerus mewariskan kemunafikan kepada generasi penerus saat ini dan akan datang. Kami sudah tidak perlu lagi diajari bagaimana harus berbuat baik untuk negri ini, karena kami Alhamdulillah sudah mendapatkan hikmah dari prilaku para tokoh atau pejabat negri ini. Kami sebagai generasi penerus negri ini tidak perlu diragukan Nasionalismenya, karena kami telah diajari oleh prilaku kemunafikan para pemimpin negeri ini. Kami saat ini sedang menanti detik-detik kebesaran ALLOH SWT yang akan segera dimunculkan dimuka bumi ini, dimana kemunculannya diluar perhitungan logika akal manusia. Kami tidak henti-hentinya mengucapkan rasa bersyukur karena ALLOH SWT telah mengajari kami dengan menujukan atau menurunkan Hikmah-Hikmah-Nya agar kami kelak bisa mewariskan hikmah kebaikan untuk generasi atau anak cucu setelah kami. Cukup sudah Hikmah buruk sampai generasi saat ini, biarkan kami sebagai generasi saat ini menanggung beban yang berat dari prilaku generasi sebelum kami, kami disini selalu berdo’a agar mereka yang telah mewariskan beban yang cukup berat ini diberikan kesadaran akan perbuatannya dan ALLOH SWT agar mengganjar mereka di dunia ini dengan balasan yang setimpal.

ALLOH SWT SELALU BESERTA KAMI….!!!

Demikian, semoga bermanfaat bagi kebaikan ummat, sehingga tidak terperosok semakin dalam akibat tipudaya setan/iblis.

Wassalammu’alaikum warohmat-Alloh wabarokatuh

Jakarta, 1 Juni 2010

Ttd

INSAN HABLUMMINALLOH