Assalammu’alaikum Warohmat-Alloh Wabarokatu.

Segala puji dan rasa syukur yang tiada batas senantiasa kami panjatkan ke Hadhirat ALLOH SWT, pencipta dan penguasa alam semesta. Sholawat dan salam sejahtera selalu tercurah kepada Para Utusan/Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing dan menjembatani kami ke jalan ridho-Nya, dan ALLOH SWT senantiasa selalu memebrikan/menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Sebelum kami mengungkap hal ini dengan rasa rendah hati, menyampaikan mohon maaf bilamana dalam penyampaian berita baik ini ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati anda (kekurangan, kelemahan atau kesalahan itu tibul karena manusianya, kesempurnaan hanya milik ALLOH SWT). Berita baik ini tetap harus kami ungkapkan, mengenai “sesuatu” yang selama ini masih menjadi “Rahasia ALLOH SWT”.

Syukur alhamdulilah atas izin dan ridho dari ALLOH SWT & Para Rosul ALLOH SWT, kami bermaksud menyampaikan berita baik ini mengenai :

TATANAN KEHIDUPAN DALAM PASENEW ERA”
(ERA BARU / ERA KEBERSAMAAN / ERA GLOBALISASI)

Seperti yang telah kami uraikan/jelaskan dalam tulisan-tulisan sebelumnya mengenai adanya Rahasia dari sisi ALLOH SWT yang belum banyak diketahui dan dipahami oleh sebagian besar ummat manusia di dunia saat ini, maka dalam kesempatan ini penulis akan berusaha kembali memberikan sebuah petunjuk atau gambaran tentang adanya kehendak ALLOH SWT yang sedang berjalan di muka bumi ini terkait untuk membentuk tatanan kehidupan ummat manusia yang diridhoi oleh ALLOH SWT menjelang akhir zaman.

Adapun tatanan kehidupan ummat manusia di dunia yang diridhoi oleh ALLOH SWT, diatur/dikendalikan & dikontrol/diawasi langsung atas kehendak ALLOH SWT melalui para Rosul ALLOH SWT, dimana dalam pelaksanaannya di dunia ALLOH SWT menunjuk Insan pilihan-NYA yang dijembatani oleh para Rosul ALLOH SWT membentuk /membimbing/ mendadar beberapa gelintir ummat manusia di dunia agar menjadi INSAN HABLUMMINALLOH / INSAN SEJATI, yang telah diridhoi oleh ALLOH SWT untuk menerima dan menjalankan/melaksanakan kehendak ALLOH SWT di dunia menjelang akhir zaman.

Pada masa/era INSAN HABLUMMINALLOH / INSAN SEJATI, di dalam menjalankan/melaksanakan kehendak ALLOH SWT di dunia menjelang akhir zaman, sesungguhnya bisa disebut “NEW ERA” (ERA BARU / ERA KEBERSAMAAN / ERA GLOBALISASI).

Bagaimanakah sesungguhnya untuk membangunan tatanan kehidupan masyarakat “GLOBAL” yang diridhoi oleh ALLOH SWT, bisa dan dapat diwujudkan di dunia saat ini ?………..

New Era atau Era Globalisasi seutuhnya secara FISIK dan NON FISIK dalam tatanan masyarakat bangsa dan dunia yang berkaitan dengan Risalah ALLOH SWT, adalah betul-betul MURNI merupakan “KEHENDAK ALLOH SWT”, yang “dijabarkan melalui para Rosul ALLOH SWT, dengan program-program yang telah disusun dan dipersiapkan dan diturunkan kepada IM3 untuk dilaksanakan tanpa kecuali”, untuk membentuk “TATANAN DUNIA” yang ADIL, MAKMUR, SEJAHTERA, DAMAI dan BERSIH dari segala intrik kotor, dimana semua penghayat agama yang diturunkan  ALLOH SWT dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Selama bangsa dan Negara di dunia masing-masing dipimpin oleh Pemimpin dengan sederet jajarannya yang tidak AMANAH, dimana unsur ambisi, emosi, ego diri mendominasi warna kepemimpinannya, maka “hancurlah” tatanan masyarakat dalam segala bidang dan kebobrokan meracuni para Elite Birokrat dan mengimbas sampai kepada tatanan masyarakat paling bawah, dan celakanya para pemimpin yang berjiwa Amanah dimana jumlahnya “sangat minim” dengan cara rekayasa menggunakan “politik palsu dengan mengatas namakan rakyat”, disingkirkan atau dengan istilah “di-peti es-kan”, sungguh prihatin atas kondisi hal ini, banyak pemimpin yang memanipulasi suara tulus rakyat, kemiskinan & jeritan penderitaan rakyat dijadikan dasar untuk membuat program anggaran proyek atas nama kemanusiaan (suara rakyat digadaikan) dan mereka merasa paling hebat, bangga atas kemampuannya memutarbalikan pakta, yang terpenting dalam benak mereka adalah tetap berkuasa…!

Itulah yang terjadi pada tatanan pemerintahan bangsa dan Negara di dunia pada umumnya dan terutama bangsa dan Negara Indonesia yang kita sangat “bangga” karena mendapat predikat kehormatan sebagai  “NEGARA TERKORUP DI DUNIA”.

Karena era kepemimpinan bangsa & Negara yang TIDAK AMANAH “sudah PARIPURNA” dan akan segera diganti dengan  ERA KEPEMIMPINAN bangsa dan Negara yang “AMANAH dan MURNI ERA KEPEMIMPINAN KEHENDAK ALLOH SWT DI DUNIA YANG HARUS DIJALANKAN TANPA KECUALI”, maka untuk melaksanakan KEHENDAK-NYA agar berjalan dan berlangsung secara baik, benar, tepat guna dan lancar ALLOH SWT telah mempersiapkan INSAN HABLUMMINALLOH – DI DUNIA / HABLUMMINANAS sebagai PEMIMPIN SEJATI untuk MENERIMA DAN MELAKSANAKAN PERINTAH-NYA secara langsung untuk membangun TATANAN MASYARAKAT GLOBAL secara FISIK & NONFISIK sebagaimana disebutkan diatas, dan segaligus menurunkan “FASILITAS” sebagai SARANA & PRASARANA pendukung bagi KEMUDAHAN PEMIMPIN SEJATI dalam MELAKSANAKAN PERINTAH-NYA, sesuai KEHENDAK-NYA.

Pada masa kepemimpinan ERA BARU (NEW ERA), dimana ALLOH SWT secara keduniaan telah mempersiapkan “FASILITAS PENDUKUNG SECARA LENGKAP”, sebagai POWER PEMIMPIN SEJATI.

 Sesungguhnya ALLOH SWT maha mengetahui segala apapun yang akan terjadi dimuka dan maha mengetahui atas apapun yang telah terjadi dibelakang kita, semua itu adalah atas kehendak-NYA.

Sebagaimana kita semua ketahui bahwa Birokrasi Kepemerintahan akan berhasil “mengusung dan mengantarkan” bangsa dan Negara dalam tatanan masyarakat yang adil, sejahtera, makmur, damai disertai jiwa yang Amanah harus terciptanya 2 (dua) kondisi sebagai unsur penentu yang telah diridhoi oleh ALLOH SWT, yaitu :

  1. PEMIMPIN beserta jajarannya yang berjiwa Amanah atau disebut PENGUASA SEJATI sebagai pengendali KEBIROKRASIAN.
  2. FASILITAS pendukung secara lengkap, termasuk tersedianya DANA sebagai unsur tercapainya Kesejahteraan dan Kemakmuran Ummat Manusia, yang kita sebut unsur POWER.

Mari sedikit kita “HAYATI” hikmah tentang keberadaan adanya dua unsur tersebut, bilamana “SALAH SATU” tidak memenuhi syarat dan secara NYATA terjadi dalam “Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia”.

  1. ERA KEPEMIMPINAN BUNG KARNO –Presiden RI – Ke- I
  • Pada Era tersebut Bung Karno sebagai Pemimpin yang didampingi jajarannya kita sepakat menyebut para PEMIMPIN dikala itu masih MURNI berjiwa AMANAH, demi tercapainya KEMERDEKAAN dari belenggu para penjajah, dimana dalam segala tindakannya disertai oleh keteguhan yang diiringi oleh ketulusan dan ikhlas, rela berkorban “jiwa dan raga”, serta tidak memikirkan “balas jasa”dalam perjuangannya.
  • Pada Era tersebut, POWER terutama tersedianya DANA belum begitu banyak seperti saat ini, masih dan sedang dalam proses memulai untuk “MEMBUKA TABIR KEMISTERIUSAN RAHASIA KEKUASAAN ALLOH SWT di muka bumi” yang dikenal dalam kehidupan dunia ini dan khusus masih terbatas bagi Bangsa dan Negara Indonesia, adalah dalam bentuk”WASIAT PERJANJIAN NEGARA”, yang diturunkan oleh ALLOH SWT melalui salah seorang Rosul-NYA, dimana redaksi WASIAT PERJANJIAN NEGARA, yang tersurat hanya dalam bentuk “SIMBOL & KODE” yang hanya mampu dijabarkan oleh para Utusan ALLOH SWT. Atas kehendak / ridho ALLOH SWT, yang disampaikan melalui petunjuk salah seorang Rosul-NYA, pada akhirnya BUNG KARNO dapat menerima dalam wujud/bentuk yang sudah tertata/tersusun sempurna berupa :
    • HARTA :
      yang berupa UANG, Surat DEPOSITO dan surat berharga lainnya, yang kini keberadaannya tersimpan
      dengan baik diseluruh Negara-negara didunia, serta
    • BENDA :  
      yang berupa Emas, Perak, Intan Berlian, Platina dan barang berharga lainnya yang bisa dijadikan JAMINAN atau KOLATERAL, yang kesemuanya merupakan HARTA AMANAH di dunia titipan ALLOH SWT.

Ketika Negara/Bangsa Indonesia saat itu dalam kondisi “CHAOS” maka BUNG KARNO selaku Presiden RI ke-I memberikan secara tertulis surat “MANDAT KEPEMIMPINAN” kepada SOEHARTO yang “dilampiri” dengan “WASIAT PERJANJIAN NEGARA” sebagai “PENGUAT” KEPEMIMPINANNYA, dimana peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 11 Maret 1965, yang kemudian generasi Bangsa Indonesia saat ini menyebutnya dengan istilah yang sudah populer yaitu “SUPER SEMAR”.

ALLOH SWT dengan segala RAHASIA disisi-NYA mengendalikan “PERJALANAN SEJARAH BANGSA INDONESIA”, yang sesungguhnya adalah merupakan kehendak-NYA, karena BANGSA dan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Alhamdulillah mendapat Hidayah-NYA sebagai tempat yang ditetapkan untuk diturunkannya RISALAH ALLOH SWT pada akhir zaman, menjelang dunia dikiamatkan.

Bahwa sesungguhnya ALLOH SWT tidak membedakan atas ummat manusia ciptaan-NYA, hanya yang membedakan atas Umat-NYA adalah “AMAL SHOLEH” yang diperolehnya sewaktu menjalani kehidupan di dunia.

Ketahuilah, sesungguhnya Negara atau Wilayah yang diusung atas dasar ASAS kemenangan PARTAI POLITIK, dimana anda ketahui bahwa system tata Negara atau Wilayah seperti ini banyak memanipulasi atau merekayasa suara tulus rakyatnya, sesungguhnya “TATANAN” kehidupan berbangsa atau bernegara seperti ini tidak dikehendaki oleh ALLOH SWT. Tatanan NEGARA atau WILAYAH yang dikehendaki oleh ALLOH SWT adalah “TATANAN KEBERSAMAAN”, yaitu sama rasa dalam mendapat KEADILAN, sama TUJUAN, sama PENANGGUNGAN, sama-sama SEJAHTERA, sama-sama berjiwa manusiawi dan beramal Sholeh, yang kesemuanya sesungguhnya hanya untuk mencapai GLOBALISASI SEUTUHNYA, secara FISIK dan NON FISIK “Versi yang diridhoi ALLOH SWT”, bukan asas TATANAN atas dasar kemenangan kelompok, golongan atau partai yang sedang berlaku di dunia saat ini.

Mari kita AMATI dan kita HAYATI bahwa sesungguhnya WASIAT PERJANJIAN NEGARA, diturunkan oleh ALLOH SWT ke Bumi bukan diserahkan lewat “PARTAI YANG HEBAT” namun diturunkan kepada INSAN MANUSIA SEJATI yang jujur atau AMANAH atas ridho dari ALLOH SWT.

Contoh secara jelas dalam “Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia”

  • WASIAT PERJANJIAN NEGARA atas ridho-NYA diturunkan untuk pertama kali kepada seorang Insan Manusia yang berjiwa AMANAH yaitu BUNG KARNO, Beliau dipilih oleh Raykat bukan karena saat itu Beliau bernaung dalam Partai Nasional Indonesia (PNI), tetapi Rakyat memilihnya karena Beliau termasuk Insan Manusia yang berjiwa AMANAH, yaitu memiliki tekad yang teguh, tulus ikhlas semata-mata hanya ingin membebaskan bangsanya/Rakyatnya dari belenggu penjajahan bangsa asing. Namun setelah meraih KEMERDEKAAN, dalam mengisi “Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia”, para penerus bangsa ini dikala itu sudah mulai dirasuki dengan unsur ambisi untuk memperoleh kedudukan dengan mengincar “pangkat dan jabatan” dengan disertai ego diri untuk menjadi Pemimpin Negara, yang belakangan ini ”KEBABLASAN”, dimana mulai saat itu manusia yang “ambisius” berlomba-lomba saling mendirikan PARTAI yang jumlahnya menjamur. Pemilihan Umum yang terjadi dalam NKRI untuk yang pertama kali dilaksanakan atas dasar Partai terjadi pada tahun 1953, dimana ada 43 Partai yang bersaing dan masing-masing berharap dapat memenangkan PEMILU.
  • WASIAT PERJANJIAN NEGARA diestafetkan oleh BUNG KARNO selaku Presiden RI-ke-I kepada SOEHARTO dengan menulis/membuat surat “MANDAT KEPEMIMPINAN” dengan “dilampiri” WASIAT PERJANJIAN NEGARA”, sebagai “PENGUAT” dalam mengembalikan stabilitas “NEGARA” yang sedang CHAOS.
    Memang, apabila manusia kalau sedang menikmati Indah dan Manisnya dunia dengan cara menduduki pangkat, jabatan dan mempunyai kekuasaan bagi yang tidak amanah, biasanya lupa kepada ALLOH SWT, dan dengan ambisinya ingin selamanya mempertahankan kedudukannya. SOEHARTO yang saat itu telah menjadi Presiden RI-ke II, karena ambisinya kemudian mendirikan Partai dengan maksud untuk membentengi dan melestarikan kekuasaannya, lupa bahwa pangkat, jabatan dan kedudukan adalah milik ALLOH SWT, kepada siapa ALLOH SWT ridho menyerahkan dan dari siapa ALLOH SWT akan mengambilnya/mencabut. ALLOH SWT tidak meridhoi WASIAT PERJANJIAN NEGARA di kuasai oleh manusia yang ambisius, hanya memikirkan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan, maka terjadilah peristiwa sebagai berikut :

    • Bahwa WASIAT PERJANJIAN NEGARA yang saat itu berada dalam penguasaan tangan SOEHARTO, atas kehendak ALLOH SWT mengutus seorang Rosul-NYA untuk mengambil kembali WASIAT PERJANJIAN NEGARA tersebut, yang selanjutnya diserahkan kepada “PEMIMPIN SEJATI”, sebagai bukti dan merupakan “MANDAT KEPEMIMPINAN SEJATI” yang SYAH dari sisi ALLOH SWT terkait dengan RISALAH-NYA yang diturunkan ke Bumi untuk PEMIMPIN MASA DEPAN. Dalam peristiwa tersebut orang awam mengatakan bahwa WASIAT PERJANJIAN NEGARA atau orang menyebut SUPER SEMAR telah “hilang”, hal ini dimaklumi karena baru saat ini rahasia dari sisi ALLOH SWT untuk ummat di seluruh dunia bisa mengetahui secara terbuka, terkait menjelang akhir zaman.
    • Bahwa surat MANDAT KEPEMIMPINAN yang merupakan tulisan Beliau BUNG KARNO tidak ikut diambil oleh UTUSAN ALLOH SWT, alias “tidak hilang” dan yang “hilang” adalah lampirannya.

      Kenapa hal ini bisa terjadi ?….,

      Untuk anda ketahui dan anda camkan dalam hati dan pikiran anda, WASIAT PERJANJIAN NEGARA sifatnya “HABLUMMINALLOH” artinya dibuat oleh PARA ROSUL ALLOH SWT atas kehendak dan ridho dari ALLOH SWT sebagai bukti estapet KEPEMIMPINAN SEJATI di muka bumi dan merupakan “INDUK” adanya HARTA dan BENDA milik ALLOH SWT untuk dipergunakan bagi kemakmuran ummat di seluruh dunia, terkait dengan RISALAH ALLOH SWT pada akhir zaman menjelang dunia dikiamatkan. Maka haya Insan Sejati/Insan Pilihan di dunia atas kehendak dan ridho ALLOH SWT yang dijembatani oleh Para Rosul ALLOH SWT yang mampu dan bisa menerima dan melaksanakan “WASIAT PERJANJIAN NEGARA” ini, hal ini tidak bisa dikuasai atau dijalankan oleh manusia yang dalam hatinya terbesit ambisi kekuasan peribadi, kelompok atau golongan, tetapi sesungguhnya hanya dapat “dikuasai & dilaksanakan” oleh INSAN SEJATI yang dalam hatinya semata-mata memiliki niat yang TULUS, IKLAS, karena ALLOH SWT, untuk kebaikan ummat di seluruh dunia.

      Sedangkan tulisan Beliau BUNG KARNO tentang MANDAT KEPEMIMPINAN atau bangsa Indonesia saat ini menyebutnya “SUPER SEMAR” sifatnya “HABLUMMINANAS”artinya dibuat atas kehendak atau keinginan ambisi manusia didunia, tidak ada kaitannya dengan keridhoan dari ALLOH SWT, karena redaksi atau tulisannya pun hanya manusia yang membuat atau menulisnya, sehingga manusia yang memegang surat tersebut ibarat membawa senjata tanpa peluru, hanya bisa untuk menakut-nakuti, tidak bisa dipergunakan untuk mensejahterakan atau memakmurkan ummat manusia di dunia,(hal ini terjadi akibat dari manusia di dunia terutama masyarakat Bangsa Indonesia  tidak memahami arti yang sesungguhnya atau yang sejati tentang maksud dan tujuan adanya WASIAT PERJANJIAN NEGARA), hal ini dimaklumi karena baru saat ini rahasia dari sisi ALLOH SWT untuk ummat di seluruh dunia bisa mengetahui secara terbuka, terkait Risalah ALLOH SWT pada akhir zaman menjelang dunia dikiamatkan.

Lalu bagaimana “Kelanjutan Sejarah Perjalanan Bangsa ini” ?….., tentunya jawabannya anda semua sesungguhnya sudah mengetahuinya yaitu pada salah satu pidato yang pernah diucapkan/dinyatakan oleh Beliau Bung Karno yang mengamanahkan kepada rakyatnya atau bangsanya yaitu “INGAT JASS MERAH” yang memiliki arti “Ingat Jangan Sekali Sekali Melupakan Sejarah”, apabila para pemimpin dan bangsanya mampu MENGAMATI dan MENGHAYATI yang pada akhirnya tercapailah sebuah KEYAKINAN YANG SEJATI maka secara pasti tidak akan melupakan sejarah bangsanya yaitu “JATI DIRI BANGSA YANG SEJATI” maka Bangsa Indonesia akan menjadi Bangsa yang Besar yang mampu mensejahterakan ummat di seluruh dunia.

        2 .      ERA KEPEMIMPINAN SOEHARTO – Presiden RI – Ke- II

  • Kita semua mengetahui bahwa SOEHARTO sebagai PEMIMPIN yang didampingi segenap jajarannya kita sepakat menyebutnya sebagai para PEMIMPIN YANG TIDAK AMANAH, karena pada jajaran para Elite Birokrat saat itu sampai dengan tatanan masyarakat menengah sudah mengenal/terkontaminasi oleh penyakit yang bernama KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME alias KKN, dimana disegala tatanan kebirokrasian direkayasa agar mendatangkan uang. Akibat dari terlalu menahunnya atau mengakarnya peyakit yang bernama KKN, maka sampai dengan saat ini pun didalam kehidupan bernegara dan berbangsa arah dan tujuan untuk mensejahterakan bangsa semakin tidak jelas (rakyat sudah prustasi/antipati/masabodo). Atas situasi seperti ini para pemimpin negeri ini belum juga memahaminya, mereka terlena oleh pola bernegara yang masih menganut paham “POLITIK KEPARTAIAN/GOLONGAN”, dimana anda ketahui bahwa didalam dunia “POLITIK KEPARTAIAN/GOLONGAN” perbedaan antara “Halal dan Haram” sudah sangat tipis alias abu-abu, (demi kepentingan ambisi pribadi, kelompok atau golongan, kebaikan direkayasa/diputar balik menjadi disalahkan begitupun sebaliknya kesalahan bisa jadi dibenarkan). Nah disinilah salah satu penyebab ALLOH SWT tidak pernah menurunkan keberkahan untuk bangsa/ummat manusia didunia, akibat dari dalam bernegara para pemimpinnya menganut paham abu-abu alias tidak jelas.

    Untuk anda ketahui lagi bahwa sejatinya ALLOH SWT tidak pernah menyukai yang namanya “POLITIK KEPARTAIAN/GOLONGAN”,
    coba anda bayangkan apabila ALLOH SWT menyukai yang namanya “POLITIK KEPARTAIAN/GOLONGAN” maka dengan pasti dunia ini sudah dibelah-belah alias dipisah-pisah, untuk ditempati oleh masing-masing kelompok atau golongan.
  • Pada Era ini, yaitu POWER terutama ketersedianya DANA, sudah mulai banyak mengalir secara bertahap dengan systematis dari Per-bank-kan luar negri masuk dalam ESCROW ACCOUNT dalam per-bank-kan dalam negri, dimana seluruh proses ini tercatat/dikontrol oleh BANK CENTRAL INDONESIA. Namun dengan adanya proses masuknya Dana/Uang yang cukup besar dimana menurut anggapan para pejabat dan para koruptor tidak bertuan alias tidak jelas pemiliknya, maka mereka mulai bersekongkol untuk merekayasa agar bisa  menguasai atau memiliki dana-dana tersebut (mereka tidak menyadari tentang status dana-dana tersebut, karena tertutup oleh ambisi dan ego diri). Untuk anda ketahui bahwa terciptanya DANA/UANG di muka bumi ini secara keduniaannya adalah bersumber dari “WASIAT PERJANJIAN NEGARA”, yang ALLOH SWT turunkan ke dunia melalui Para Rosul ALLOH SWT, dimana didalam surat ini hanya terdapat “SIMBOL” atau “KODE” saja dan hanya para ROSUL ALLOH SWT yang dapat/mampu MENTERJEMAHKAN dan hanya para ROSUL ALLOH SWT yang dapat MENGURUS, MENYELESAIKAN dan MEMBUKTIKAN/MEWUJUDKAN KEBENARANNYA untuk seluruh ummat manusia di muka bumi ini. 

Lalu bagaimana “Kelanjutan Sejarah Perjalanan Bangsa ini” ?….., Jawabanya, sesungguhnya anda sudah mengetahui, hanya belum sampai untuk bisa “MENGHAYATI”, dari manakah sumbernya DANA tersebut berasal….., (dimana sampai dengan saat ini sudah banyak disalah gunakan oleh para penguasa), lalu milik siapa….., dan siapakah yang MEMBAKUKAN…., juga dipersiapkan untuk apakah dana tersebut…, mengapa bangsa Indonesia memiliki DANA MISTERIUS ?….., ini semua sesungguhnya adalah merupakan “RAHASIA DISISI ALLOH SWT” terkait dengan RISALAH ALLOH SWT yang SUDAH dan SEDANG BERJALAN di muka bumi ini menjelang AKHIR ZAMAN/KIAMAT.

Sebagaimana yang telah dimuat/diungkap dalam situs yang sederhana ini dengan judul KEBERKAHAN DARI SISI ALLOH SWT YANG TERTANGGUHKAN, pada tanggal 1 Juni 2010, bahwa DANA dalam Rek. ESCROW adalah MURNI – DANA milik ALLOH SWT yang diurus dan diselesaikan oleh Para Rosul ALLOH SWT yang diturunkan kembali ke Bumi “tanpa disadari atau diketahui oleh ummat manusia saat ini, kecuali manusia yang sudah mendapat ridho dari ALLOH SWT yang dapat mengetahuinya dan kemudian DANA milik ALLOH SWT dititipkan kepada PEMIMPIN SEJATI. Dengan adanya keberadaan dana-dana tersebut, yang menurut mereka tidak bertuan, kemudian DIREKAYASA dengan dalih BANTUAN LIQUIDITAS BANK INDONESIA (BLBI) sampai mencapai jumlah Rp.510,55 Triliun, karena akibat niat dari penggunaan dana-dana ini tidak baik, maka hasilnya pun tidak tepat sasaran karena penuh dengan aroma PERAMPOKAN yang terselubung dimana dilakukan  secara berjamaah, KOLABORASI antara ELITE BIROKRAT, DEWAN MONETER (Kemen KEU dan BI), para BANKIR yang terkait, para BROKER / Pengusaha papan atas yang dekat dengan para Birokrat. Dari hasil kolaborasi ini pada akhirnya hanya mewariskan Kesengsaraan Ummat Manusia.

Risalah ALLOH SWT yang diturunkan ke Bumi, sesungguhnya merupakan sifat MAHA MEGETAHUI, MAHA BESAR atas KEKUASAAN ALLOH SWT di JAGAD RAYA ini, yang dalam hal ini dapat kita AMATI dan HAYATI yang selanjutnya menjadi KEYAKINAN bagi kita semua, bahwa dengan telah diturunkannya Dana-dana milik ALLOH SWT di dunia, yang kemudian DANA  AMANAH dari sisi-NYA sampai dengan saat ini dalam pelaksanaannya tidak sesuai sebagaimana kehendak-NYA, sesungguhnya semua ini adalah merupakan Kehendak dan Rahasia dari sisi ALLOH SWT, yang sudah merupakan KODRAT dan telah tertulis di dalam “KITAB KEHENDAK ALLOH SWT” yang tersimpan di LOUCH MAHFUDZ, yang  menjadi hikmah bagi generasi/perode selanjutnya dalam menjalankan kehendak yang telah diturunkan ALLOH SWT menjelang akhir zaman. Pada mula pertama ALLOH SWT “MEWARISKAN” BUMI BESERTA ISINYA kepada mahluk Manusia ciptaan-NYA yang pertama yaitu Beliau NABI ADAM AS, untuk MENGELOLA, MEMBANGUN serta MEMPERCANTIK Bumi dengan segala pernik-perniknya sampai anak cucu keturunannya, menjelang Era Akhir Zaman.

Pada akhir zaman sesuai dengan yang tertulis dalam “KITAB KEHENDAK ALLOH SWT”, sesunguhnya “saat ini” ALLOH SWT telah menunjuk seorang hamba-NYA sebagai “PEWARIS” yang telah menerima “WARISAN” yaitu “BUMI SERTA ISINYA” dari tangan Beliau NABI ADAM AS untuk MENGELOLA, MEMBANTU, MENATA, MEMBANGUN dan MENSEJAHTERAKAN seluruh ummat-NYA tanpa membedakan adanya Suku, Bangsa, Agama atau Golongan, yang sesungguhnya adalah merupakan TATANAN GLOBALISASI secara FISIK dan NON FISIK, versi ALLOH SWT dengan PROGRAM dan SEGALA FASILITAS LENGKAP telah tersusun dan dipersiapkan oleh para ROSUL-NYA secara NYATA di dunia, bukan seperti TATANAN MASYARAKAT DUNIA pada saat ini, yang ternyata “TIDAK ADANYA RASA KEBERSAMAAN” yang kessemuanya dapat kita AMATI bersama.

Demi tercapainya cita-cita luhur menjelang akhir zaman, karena ini adalah merupakan isi dari Risalah-NYA, ALLOH SWT menurunkan ke dunia 2 (dua) unsur ridho ALLOH SWT sebagai penentu :

  1. WAHYU KEPEMIMPINAN SEJATI atau PENGUASA SEJATI PEMERINTAHAN dan
  2. WAHYU LAHIRIAH atau segala FASILITAS termasuk HARTA & BENDA atau POWER

Karena pada kenyataannya saat ini apabila 2 (dua) unsur penentu tidak dapat dilaksanakan oleh Insan yang Amanah akan selalu terjadi “kegagalan dan kedholiman”. Dalam Era Kepemimpinan yang tidak Amanah atau tidak mengenal jati dirinya dihadapan ALLOH SWT , maka rakyatlah yang selalu menjadi korban, yang sebenarnya justru rakyatlah yang harus diperhatikan untuk dibantu.

“ALLOH SWT maha mengetahui dan maha berkehendak”.
Kedua wahyu tersebut diatas hanya diturunkan kepada Seorang Insan Sejati/Insan Hablumminalloh yang ada di dunia/Hablumminanas, maka karena hal inilah disebut PEMIMPIN SEJATI, yang dipersiapkan sebagai “KEPANJANGAN TANGAN, KEHENDAK DAN LANGKAH ALLOH SWT DI DUNIA” yaitu MENERIMA & MELAKSANAKAN PERINTAH sesuai kehendak-NYA.

Untuk diketahui bahwa TATANAN BIROKRASI didalam kehidupan PEMERINTAHAN di Dunia, merupakan “peng-ejawantahan” 1% (satu persen) dari “TATANAN KEHIDUPAN LOUCH MAHFUDZ”.

Demikian berita dari Para Rosul ALLOH SWT yang disampaikan secara langsung kepada PEMIMPIN SEJATI.

Kita mengetahui bahwa tatanan Birokrasi Pemerintahan di dunia ada yang disebut :

  • Bidang / Lembaga EKSEKUTIF
    • Yaitu Pelaksana Undang – undang
  • Bidang / Lembaga LEGISLATIF
    • Yaitu PEMBUAT Undang-undang, serta mengawasi jalannya undang-undan
  • Bidang / Lembaga YUDIKATIF
    • Yaitu sebagai penegak keadilan secara umum.

Selain itu ada lembaga yang dibentuk secara Independent, misalnya Mahkamah Agung/MA, Mahkamah Konstitusi/MK dan Mahkamah Yudisial/MY.

Risalah ALLOH SWT yang diturunkan ke Bumi menjelang Akhir Zaman adalah merupakan “peng-ejawantahan” kehendak ALLOH SWT yaitu untuk MEMBANTU, MEMBANGUN, MENATA, MENSEJAHTERAKAN dan MEMAKMURKAN DUNIA, SECARA GLOBAL. Baik FISIK dan NONFISIK dengan didasari jiwa yang AMANAH.

ALLOH SWT telah menunjuk dan mempersiapkan PEMIMPIN SEJATI dengan 2(dua) orang Insan Hablumminalloh sebagai jajarannya untuk MENGEMBAN/MENERIMA dan MELAKSANAKAN PERINTAH-NYA secara langsung di Dunia sebagai “KEPANJANGAN KEHENDAK, TANGAN DAN LANGKAH ALLOH SWT ( IM3 ).

Untuk “kemudahan” PEMIMPIN SEJATI dalam langkahnya mengemban dan melaksanakan perintah-NYA, kemudian ALLOH SWT menurunkan FASILITAS LENGKAP sebagai SARANA & PRASARANANYA yaitu :

  • Pasukan ALLOH SWT / SIR ALLOH / Pasukan Langit / Para Halusan yang terbagi atas :
    • PENDAMPING PEMIMPIN SEJATI
      Untuk posisi tersebut ALLOH SWT menunjuk para ROSUL ALLOH SWT dengan “menyandang” masing-masing “JABATAN DI DUNIA”, yaitu “jabatan-jabatan” seperti disebutkan diatas, yaitu didalam  tatanan Birokrasi Pemerintahan di Dunia
    • MENGIRINGI PEMIMPIN SEJATI
      Pasukan Langit SECARA “LENGKAP” mengiringi langkah PEMIMPIN SEJATI dalam rangka mengemban dan melaksanakan perintah ALLOH SWT tanpa kecuali.
  • HARTA & BENDA MILIK ALLOH SWT, sebagai sarana memakmurkan ummat di dunia.

Sesungguhnya atas ridho dari sisi-NYA, salah satu “kehandalan” dari Pasukan Langit yang tidak bisa dirobohkan, atas perintah para ROSUL ALLOH SWT, dalam hal ini yang ditunjuk oleh ALLOH SWT sebagai “pendamping” Pemimpin Sejati, telah melakukan “UJI COBA/CONTOH NYATA” atas kehandalannya dalam melakukan tindakan terhadap ummat manusia di dunia saat ini, hanya sayangnya ummat manusia tidak ada yang dapat memahaminya atau tidak mau “menghayati” mengapa bisa terjadi peristiwa tersebut.

Peristiwa apakah itu ?…….

Jawabannya justru kami akan balik bertanya.

Apakah manusia MENGAMATI atau sedikit MENGHAYATI bahwa sebelum akhir-akhir ini “pernah terjadi” apa yang disebut peristiwa “KESURUPAN/KERASUKAN MASAL” ?….., 

Jawabannya, pasti anda belum mengetahuinya…, apabila kita amati dan kita hayati terdapat  dua  pola kerasukan/kesurupan yaitu “Kesurupan Passive” dan “Kesurupan Active”, dimana telah terjadi berulang kali dibeberapa tempat/wilayah Indonesia, Nah…. sesungguhnya peristiwa tersebut merupakan “CONTOH NYATA” bagi prajurit Pasukan Langit/Goib, yang dalam hal ini dilaksanakan oleh para “Halusan” yaitu merupakan kelompok manusia (seluruh mahluk ciptaan ALLOH SWT) dimana setelah meninggalkan dunia / wafat, ROH-nya tidak diterima oleh ALLOH SWT (tidak sempurna/tidak diterima langit dan bumi), atas ridho ALLOH SWT diikut sertakan untuk bergabung/mengabdi dalam pasukan ALLOH SWT, dalam rangka bertaubat menebus kesalahannya/dosanya sewaktu hidup di dunia, sehingga dapat mencapai kesempurnaan dirinya yang kemudian dapat diterima kembali disisi ALLOH SWT.

Yang dimaksud dengan Kesurupan / Kemasukan :

–         Passive adalah :

Ketika yang sedang mengalami kesurupan/kemasukan, manusianya tersebut keadaannya secara total tidak sadarkan diri, setelah tugas yang diemban oleh “Para Halusan” tersebut selesai maka dengan sendirinya para Halusan akan meninggalkan manusia tersebut dan kemudian manusia tersebut baru tersadar, dia itu tidak akan mengetahui/menyadari tentang apa yang sudah dilakukannya di saat itu.

–         Active adalah :

Ketika yang mengalami kesurupan/kemasukan, manusianya tersebut dalam keadaan sadar, namun kesadarannya dikendalikan atau diarahkan oleh halusan, untuk suatu tugas tertentu dan setelah tugas yang diemban oleh  “Para Halusan” ini selesai,  maka dengan sendirinya akan meninggalkan manusia terebut, ketika itulah manusianya tersebut akan terkaget-kaget setelah tersadar dan mengetahui apa yang telah diperbuatnya, dan akan bertanya-tanya kenapa dia bisa berbuat sesuatu yang diluar kemampuan dirinya atau pikirannya. Apabila manusia mengenal “JATI DIRINYA” maka secara pasti dia akan memahami tentang tugas dan tanggungjawab masing-masing didalam kiprah kehidupan dunia, (memahami darimana dan mau kemana arah kehidupannya, memahami dimana sesungguhnya posisi sebagai manusia dengan penciptanya yaitu ALLOH SWT).

 Apabila kita amati dan kita hayati didalam kehidupan ummat manusia saat ini hanya baru mampu mewujudkan dalam satu sisi saja yaitu pada umumnya hanya untuk mencapai “KEKUASAAN”, adapun dalam mencapai/mendapatkan “KEKUASAAN”, ummat manusia berlomba-lomba membentuk  kelompok atau golongan dengan berbagai jalan atau cara yang menurut pola pikir mereka benar, mereka kerahkan segala kemampuan logika akal atau pikirannya, saling jegal/saling sikut untuk menjatuhkan lawannya “merasa paling hebat & paling benar”, mereka mempengaruhi pola pikir rakyat dengan cara merekayasa atau memanipulasi suara ketulusan rakyat dengan cara janji-janji palsu / alias kemunafikan, yang terpenting mereka bisa menang dan berkuasa, mereka tidak menghiraukan dalam segala tindakannya yang sesungguhnya mengakibatkan/menimbulkan kekecewaan rakyat. Sadarkah wahai para tokoh, para pakar atau para pemimpin bahwa sesungguhnya tindakan tidak jujur ini mengakibatkan ridho dari sisi ALLOH SWT tidak pernah turun / alias tertangguhkan, justru yang turun dari sisi ALLOH SWT hanya “AJAB” (berupa bencana alam yang terus-menerus terjadi diseluruh belahan bumi, banyak tindakan atau prilaku ummat manusia yang tidak beradab), sudah jelas bahwa ini semua terjadi sebagai peringatan kepada kita semua, agar mengkoreksi/mengevaluasi segala tindakan/prilaku dalam kehidupan kita di dunia saat ini.

Kejadian-kejadian di dalam kehidupan dunia saat ini terjadi dan ada adalah sebagai pelajaran/hikmah bagi kita sebagai generasi penerus ummat manusia di dunia saat ini, menuju “ERA BARU / ERA KEBERSAMAAN / ERA GLOBALISASI” yang diridhoi oleh ALLOH SWT, tanpa “PARTAI / Kelompok atau Golongan” yang ada hanya kebersamaan menuju keridhoan ALLOH SWT (ALLOH SWT menyayangi dan mengasihi ummat manusia didunia tanpa membedakan ras, suku, bangsa atau golongan).

Ini adalah merupakan “Berita baik bagi Bangsa Indonesia khususnya dan umumnya bagi seluruh ummat manusia”, dengan mengucapkan  Syukur Alhamdulillah sesungguhnya ALLOH SWT  saat ini telah Ridho Menurunkan berkah rahmat-Nya di muka bumi ini berupa “KEKUATAN SEJATI” sebagai “POWER / MODAL” bagi Insan Sejati / Insan Hablumminalloh dalam menjalankan kehendak ALLOH SWT di muka bumi ini. Kekuatan “POWER / MODAL” saat ini memang belum secara terbuka dapat diketahui oleh sebagian besar ummat manusia, namun sesungguhnya apabila menggunakan Pengamatan dan Penghayatan dengan Qolbu yang baik dapat kita ketahui dengan mudah tentang keberadaan. “KEKUATAN SEJATI” ini dimana masih diselimuti oleh tabir yang “MAHA DAHSYAT” yaitu kekuatan ALLOH SWT, hanya segelintir ummat manusia di dunia yaitu Insan Sejati / Insan Pilihan yang dapat/mampu menjabarkan/menguraikan tentang adanya “KEKUASAAN dan POWER” yang diridhoi oleh ALLOH SWT untuk kesejahteraan ummat manusia di muka bumi ini.

Kami ucapkan salam kepada para tokoh “PEJUANG 45” yang masih diberikan umur panjang oleh ALLOH SWT, perjuangan Bapak-bapak tidaklah sia-sia, tidak perlu risau atau gundah atas prilaku penerus Bangsa Indonesia saat ini (yang selalu mengajarkan kemunafikan), karena kami sebagai generasi penerus Bangsa ini tidak akan pernah terkontaminasi oleh tipudaya mereka, Syukur Alhamdulillah kami telah menerima estapet perjuangan dari para leluhur kita atas ridho dari ALLOH SWT yang dijembatani oleh para Rosul ALLOH SWT, untuk mewujudkan cita-cita luhur, mewujudkan tatanan masyarakat Global yang diridhoi oleh ALLOH SWT.

Perjuangaan ini memang sungguh berat, dimana dalam perjuangan saat ini secara keduniaaan/hablumminanas belum banyak diketahui dan mendapat dukungan dari sebagian besar ummat manusia di dunia, karena pada umumnya manusia saat ini tidak mengetahui yang sesungguhnya tentang apa yang kelak akan terjadi, sebelum mereka melihat bukti yang jelas, dalam perjalanan menempuh ujian dan cobaan untuk mencapai keridhoan dari ALLOH SWT, kami hanya menerima Fitnah, caci maki atau hinaan dari bangsa sendiri, “padahal kami sedang berjuang lahir dan batin untuk mendapatkan keridhoan dari ALLOH SWT, menjadi Insan Sejati yang hasilnya sesungguhnya untuk kebaikan mereka (ummat manusia di dunia)”,  kami sebagai generasi penerus Bangsa ini yang tidak memiliki daya dan upaya, Alhamdulillah atas “KEYAKINAN YANG TEGUH DISERTAI DENGAN PENUH KESABARAN & KEIMANAN”,  ALLOH SWT yang di jembatani oleh Para Rosul ALLOH SWT, selalu membimbing dan memberikan petunjuk kepada kami.

Ketika segala urusan antara AWAL/ASAL dan AKHIR atau antara PANGKAL dan UJUNG sudah ketemu/bertemu maka berati cukup jelas bahwa segala urusan atau putaran sudah selesai/berakhir (dari SATU kembali ke SATU).

Pesan untuk seluruh ummat manusia khususnya bangsa Indonesia :

  • Bagi Insan Manusia di Dunia bahwa “KESABARAN” yang disertai “KEIMANAN” terhadap ALLOH SWT akan selalu membawa “KEMENANGAN” dalam segala hal.   

  • Janganlah kamu iri terhadap manusia yang sedang beruntung, karena rezeki datangnya dari ALLOH SWT, sesungguhnya yang demikian itu tidak banyak, dan tidak akan berlangsung lama karena sesungguhnya itu adalah ujian dari ALLOH SWT.

Demikian, semoga uraian singkat berita baik ini bermanfaat dan menjadi hikmah bagi kehidupan kita semua sehingga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapatkan berkah dari sisi ALLOH SWT.

ALLOH SWT SELALU BESERTA KAMI……

Wassalammu’alaikum warohmat-Alloh wabarokatuh

Jakarta, 29 Juni 2010

Ttd

INSAN HABLUMMINALLOH