MENGUNGKAP MISTERI ILMU SEJATI “JALAN TOL”  
MENUJU KERIDHOAN ALLOH SWT

 

Assalammu’alaikum warohmat-Alloh wabarokatuh

Segala puji dan rasa syukur yang tiada batas senantiasa kami panjatkan ke Hadhirat ALLOH SWT, pencipta dan penguasa alam semesta.

Sholawat dan salam sejahtera selalu tercurah kepada Para Utusan/Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing menjembatani dan menjalurkan kami ke jalan Ridho-Nya.

Sebelum kami mengungkap hal ini dengan rasa rendah hati, menyampaikan mohon maaf bilamana dalam penyampaian berita baik ini ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati anda (kekurangan, kelemahan atau kesalahan itu tibul karena manusianya, kesempurnaan hanya milik ALLOH SWT). Berita baik ini tetap harus kami ungkapkan, mengenai “sesuatu” yang selama ini masih menjadi “Rahasia ALLOH SWT”.

Syukur alhamdulillah atas ridho/izin dari ALLOH SWT dan Para Rosul/Utusan ALLOH SWT, saat ini kami bermaksud mengungkap :

MENGUNGKAP MISTERI ILMU SEJATI “JALAN TOL”  MENUJU KERIDHOAN ALLOH SWT

Saudaraku dimanapun anda berada tulisan ini sesungguhnya akan mengungkapkan tentang rahasia dari sisi ALLOH SWT yang selama ini dari zaman- ke zaman belum pernah ada yang mengungkapkan “masih tersirat”, dan hal ini sesungguhnya merupakan Risalah ALLOH SWT di alam dunia ini yang sudah berjalan semenjak leluhur manusia diciptakan sampai dengan saat ini, (menjelang akhir zaman). Pengungkapan hal yang tersirat ini didasari atas keperihatinan akan pemahaman Islam yang diterima oleh generasi muda saat ini dimana banyak terjebak oleh ajaran-ajaran yang menimbulkan pertentangan dan kekerasan, merasa paling benar dan orang lain dianggap salah, oleh karena itu penulis hanya berusaha berbagi ilmu yang alhamdulillah didapatkan atas berkah rahmat ALLOH SWT, mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini yang diungkapkan dalam situs sederhana ini berguna bagi kita semua khususnya generasi muda saat ini, sebagai filter dalam menimba ilmu di alam dunia ini. Ketika kita memiliki filter ilmu maka akan semakin mengenal diri kita sendiri dihadapan ALLOH SWT dan dalam alam kehidupan dunia ini. Memiliki filter ilmu akan semakin mudah menjadi manusia sejati yang  pada akhirnya ketika kita dipanggil menghadap ALLOH SWT, kita bisa diterima di sisi-NYA. Janganlah kita sebagai manusia dalam mengarungi kehidupan ini kita dijerumuskan oleh kepentingan ambisi peribadi, kelompok atau golongan, jadilah manusia seutuhnya, jangan menjadi manusia robot yang dikendalikan oleh ambisi atau kepentingan orang lain, di alam akhirat nanti yang bisa menyelamatkan diri kita dari siksa api neraka hanya amal baik kita sendiri, “bukan orang lain” maka selama kita hidup di alam dunia ini “BAIK-BAIK DALAM MEMBAWA DIRI”.

Pengetahuan mengenai adanya hal yang tersirat ini, sebagian besar ummat manusia saat ini pada umumnya disadari atau tidak disadari sesungguhnya baru mengetahui dan mempelajari dari yang sudah tersurat, salah satu contohnya yang sudah tersurat adalah dari sumber Al-Quran, dimana pada mulanya Al-Quran masih tersirat, kemudian atas ridho ALLOH SWT diturunkan ke dunia menjadi tersurat melalui Beliau Nabi Muhammad SAW. Apabila kita amati dan kita hayati secara seksama dengan menggunakan Qolbu yang baik, sesungguhnya di dalam kandungan Al-Quran, ALLOH SWT sudah memberitahukan tentang adanya risalah ALLOH SWT di alam dunia ini menjelang akhir zaman. ALLOH SWT menyimpan rapat-rapat tentang adanya sebagian besar Ilmu yang tersirat, manusia akan dapat atau mampu mengetahui keberadaannya harus atas berkah & rahmat ridho ALLOH SWT. Pada masa/zaman sekarang ini ALLOH SWT hanya meridhoi ”sebagian kecil” ummat manusia yang diridhoi untuk mengetahui dan mendapatkan “ILMU TERSIRAT” atau ILMU SEJATI, dan itu pun sudah tertulis di louh mahfuzh 500 tahun sebelum manusia tersebut dilahirkan.

Alloh SWT berfirman :
“Alloh menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah:269)

Alloh SWT berfirman :
“ Bacalah dengan menyebut nama Robb mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Robb mu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan Qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1 – 5)

Ilmu adalah cahaya dan petunjuk bagi ummat manusia agar tidak tersesat di alam dunia dan akhirat, dengan adanya ilmu tersebut menjadikan manusia lebih dimuliakan dan dihormati, Ilmu pengetahuan merupakan keistimewaan Adam atas para malaikat dan mahluk yang lain, di mana ALLOH SWT mengajarkan nama-nama benda yang nama-nama tersebut tidak diketahui oleh malaikat..

Apabila kita amati dan kita hayati apa yang terkadung dalam Al-Quran, sesungguhnya kita bisa menarik “benang merah”, dimana ALLOH SWT sudah membuat jalan untuk ummat manusia di dunia, agar selamat di dunia dan selamat diakhirat, jalan ini dibuat agar manusia tidak tersesat dan manuisa tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan.

Jalan yang ALLOH SWT buat ini, seperti yang telah diuraikan diatas sebagian besar ummat manusia baru bisa menempuh satu jalan yaitu melalui Jalan Hablumminanas, atau bisa juga disebut jalan keduniaan.

 Kenapa bisa disebut “jalan keduniaan” ?………,
Karena sumber yang dipelajarinya sudah terwujud atau tersurat di muka bumi ini, banyak yang sudah tertuang dalam buku-buku, sumber-sumber ke ilmuan ini sudah tersebar di muka bumi, baik dalam dunia pendidikan formal dan pendidikan non formal, bidang-bidangnya pun sudah beragam mulai dari bidang keagamaan dan keahlian. Dengan telah menyebarnya Ilmu keduniaan ini membuat manusia saat ini terpacu untuk mempelajarinya, dan banyak melahirkan gelar-gelar keduniaan yang disesuaikan bidangnya. Jalur/jalan ilmu keduniaan semua manusia bisa mendapatkannya atau mencapainya selama memiliki niat dan tekad yang sungguh-sungguh.

Mengapa disebut “gelar keduniaan” ?…..,
Karena “gelar” tersebut didapatkan dari hasil pendidikan dialam dunia serta gelar yang diperoleh atau diberikan berasal dari lingkungan masyarakat di alam dunia. Hal ini terjadi karena perkembangan tuntutan hidup manusia yang berharap dengan menyandang “GELAR-GELAR” yang diperolehnya akan mendapatkan kehidupan yang lebih layak atau lebih baik. Pikiran mereka terus dipacu untuk dicetak atau dibentuk kearah duniawi. Sebagian besar ummat manusia merasa bangga dan puas atas pencapaian ilmu yang didapatkan dialam dunia ini, mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ilmu yang didapatkannya baru sebatas dunia saja, belum menyentuh kepada yang sesungguhnya yaitu pencapaian “ilmu yang hakiki” atau “ilmu sejati”.

Yang dimaksud ilmu sejati adalah , ilmu yang diperoleh dari sebuh hasil perjalanan hidup seseorang dialam dunia ini, dimana ketika manusia tersebut dalam menuntut ilmu keduniaannya segala sesuatunya selalu  diputuskan atau diproses kedalam Qolbunya terlebih dahulu atau melibatkan Qolbunya sendiri bukan dipengaruhi atau didokterin oleh pihak lain (sebelum melakukan keputusan atau tindakan selalu dihayati atau dimasukan dalam hati). Disinilah letak kunci keberhasilan seseorang dalam mengarungi kehidupan dunia ini. Ketika manusia sudah mengenal, memahami dan menempatkan fungsi OTAK/AKAL dan fungsi HATI/QOLBU sudah dalam satu kesatuan (antara fungsi AKAL dan QOLBU sudah sejalan), maka berarti manusia tersebut telah memiliki modal menjadi manusia sejati atau manusia yang seutuhnya (manusia yang sudah merdeka), manusia yang mengenal jati dirinya, baik didunia maupun diakhirat. karena disinilah ALLOH SWT menyimpan rapat-rapat yang tidak tersurat. Unsur yang ada dalam diri manusia inilah yang ALLOH SWT gunakan sebagai “jembatan penghubung” dari yang tidak tersurat menjadi tersurat, yang pada akhirnya bisa bermanfaat bagi dirinya dan ummat manusia yang lainnya secara murni.  Maka jaga lah baik-baik unsur penentu dalam diri kita ini. Insan yang sudah mendapatkan AL-HIKMAH, “ILMU TERSIRAT” atau “ILMU SEJATI” sesungguhnya telah mendapatkan “bimbingan secara langsung” dari BELIAU-BELIAU (Para Nabi dan Rosul). Oleh karena itu ALLOH SWT menurunkan “GELAR HABLUMMINALLOH”, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama gelar yang sudah diberikan oleh ALLOH SWT misalnya : ROSUL ALLOH, NABI, WALI ALLOH dan adapun “GELAR HABLUMMINALLOH” yang masih tersirat pada zaman sekarang ini adalah : MALIKUL MUQSITH (bahasa  Indonesianya RATU ADIL) atau juga bisa disebut IMAM MAHDI (PEMIMPIN PEMBERI PETUNJUK atau PEMIMPIN SEJATI), MUJADDID (Pembaharu), atau bahasa kerennya AVATAR. Mengenai INSAN HABLUMMINALLOH atau Insan yang sudah mendapatkan Gelar Hablumminalloh dari sisi ALLOH SWT sesungguhnya kita bisa mendeteksi keberadaannya, ini sesungguhnya sudah jelas ada atau NYATA, namun saat ini Hamba-Hamba ALLOH SWT tersebut, yang dapat meraih GELAR dari sisi ALLOH SWT atas ridho-NYA keberadaannya masih diselimuti tabir, masih menjadi rahasia disisi ALLOH SWT dan  para Rosul-NYA, sedang kemunculannya sudah sangat dekat, apabila kita mau mengamati dan menghayati dari prilaku alam yang saat ini sering bergejolak, karena dalam sejarah peradaban manusia kemunculan Insan-Insan Pilihan ini selalu diawali atau ditandai oleh kekacauan atau pergolakan manusia dan alam dunia.  (uraian ini anda bisa baca dalam situs ini yang berjudul “MENGUNGKAP KEMUNCULAN INSAN HABLUMMINALLOH” & “MENGUNGKAP KEKUATAN SEJATI YANG MAHA DAHSYAT”).

Untuk memproses pembentukan menjadi INSAN HABLUMMINALLOH “manusia sejati”, dialam dunia ini ALLOH SWT sesungguhnya telah membentuk “JALUR KHUSUSyang tidak semua manusia bisa atau mampu mengetahui atau mendapatkannya, jalur ini banyak dicari-cari dan didambakan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan ridho dari sisi ALLOH SWT, sampai banyak yang melakukan TIRAKAT bahkan BERTAPA DI GUNUNG-GUNUNG, “jalur ini sesungguhnya terlihat tampak namun tidak tampak” jalur khusus ini dibentuk atau ada semenjak manusia diturunkan kedunia sampai menjelang akhir zaman. Dari jalur khusus ini telah melahirkan alumni-alumni (gelar Hablumminalloh) yang sangat mumpuni yang menjadi suritauladan atau panutan bagi seluruh ummat manusia di dunia, dari semenjak manusia diciptakan sampai dengan saat ini/detik ini, “BELIAU-BELIAU” sangat berperan dalam mengendalikan,  menata kehidupan dunia dan akhirat, membentuk karakter dan jatidiri ummat manusia. Beliau-Beliau sampai detik ini selalu beserta kita, namun manusia itu sendiri yang tidak menyadarinya. Dari tidak ada menjadi ada, kemudian tidak ada tapi ada”, itulah tanda manusia sempurna. ALLOH SWT tidak mungkin sedetik pun melepas kendali dunia ini dari tangan-tangan Beliau, Beliau-Beliau akan selalu beserta kita membimbing manusia (anak cucunya di dunia) sampai akhir zaman. Beliau-Beliau adalah tangan-tangan ALLOH SWT didunia, ALLOH SWT meyerahkan seluruh mandat kendali kerajaan langit dan bumi/ kehidupan dunia dan akhirat yang sesuai dengan kehendak-NYA kepada Beliau-Beliau (para Nabi dan Rosul). Dan merupakan salah satu tugas “BELIAU-BELIAU”, untuk melaksanakan: “bimbingan meng-uji coba, menjembatani dan menjalurkan Iman dan taqwa “Insan-Insan pilihan” “ke jalan yang lurus” serta mensucikan lahir dan batinnya. Maka atas keridhoan-ALLOH SWT mendapatkan anugrah “AL-HIKMAH”, sebagaimana sudah “TERTULIS” di LOUH MAHFUZH, 500 tahun sebelum Insan tersebut diturunkan/dilahirkan ke Dunia. Kemudian atas ridho ALLOH SWT Insan-Insan pilihan tersebut yang ada di alam dunia ini dikukuhkan sebagai Insan Hablumminalloh, dimana akan ALLOH SWT jadikan sebagai tangan-tangan ALLOH SWT didunia secara Hablumminanas, yang merupakan estapet dari para Beliau-Beliau yang saat ini kehidupannya berada di dalam lingkungan Hablumminalloh dalam melaksanakan perintah dari sisi ALLOH SWT untuk menyelamatkan ummat manusia di alam dunia ini, (Insan-Insan Pilihan ini ALLOH SWT jadikan sebagai jembatan antara yang tersirat menjadi tersurat dari lingkungan Hablumminalloh kepada lingkungan Hablumminanas)

Alloh SWT berfirman dalam surat Al-Fatihah :

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1.1. Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
1.2. Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam

الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
1.3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ
1.4. Yang menguasai hari pembalasan

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
1.5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
1.6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
1.7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Dalam ayat ke 7 (tujuh) surat Al-Fatihah terkait dengan ayat ke 6 (enam), yaitu permohonan umat-NYA kepada “PENCIPTANYA”,  cukup jelas (“dihayati” atau tidak)  bahwa ALLOH SWT memberitahukan kepada kita tentang bukti keberadaan Beliau-Beliau sampai detik ini, sebagai alumni jalur khusus yang telah dianugrahkan nikmat (terjamin dunia dan akhiratnya), oleh karena itu surat ini sangat istimewa yang kemudian di tempatkan dalam pembukaan Al-Quran, maka banyak yang menyebut surat ini sebagai Umul Quran (induk Al-Quran), induk dari isi Al-Quran.

Bahwa keberadaan BELIAU-BELIAU sebagai INSAN HABLUMMINALLOH MURNI yang merupakan “Insan Pilihan ALLOH SWT” yang BERTAUBAT dan BERSERAH DIRI kepada SANG PENCIPTA yaitu ALLOH SWT, sabar atas cobaan-NYA, bersyukur karena nikmat-NYA, menjalankan AMAL MAHRUF, NAHI MUNKAR yaitu melaksanakan AMAL SHOLEH serta MENJAUHI LARANGAN-NYA, bahwa golongan ini akan “TETAP HIDUP” disisi ALLOH SWT, sebagaimana telah disebutkan dalam FIRMAN ALLOH SWT, sebagai berikut :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
(Surat Al-Baqarah – 154)

Nabi dan Rasul adalah gelar dari sisi ALLOH SWT (gelar Hablumminalloh)  yang merupakan “MUJADDID” (PEMBAHARU) dimana kemunculannya “dijanjikan” oleh ALLOH SWT yaitu, manusia-manusia pilihan yang diturunkan oleh ALLOH SWT pada setiap permulaan abad, bukan ditunjuk oleh seorang manusia atau diangkat oleh pengikutnya, Beliau-beliau sudah sangat jelas terjamin dunia dan akhiratnya, sebagai alumni “JALUR KHUSUS / JALUR HABLUMMINALLOH” yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang ke-Esa-an ALLOH SWT dan membimbing mereka agar melaksanakan ajaran-Nya yang hakiki, agar selamat dunia dan akhirat. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an.

Alloh SWT berfirman :
“… ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Alloh. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Alloh. Dan cukuplah Alloh sebagai pembuat perhitungan.” (Q.S. Al Ahzab : 39).

Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari ALLOH SWT untuk dirinya sendiri dan ummatnya pada masa itu, sedangkan Rasul menerima wahyu dari ALLOH SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya samapai saat ini menjelang akhir zaman. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta 1 sifat jaiz, yaitu :

1.   Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).
2.   Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).
3.   Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).
4.   Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).

Sedangkan sifat jaiznya yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).

Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul yang telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu :

 1. Nabi Adam as
2. Nabi Khidir as
3. Nabi Idris as
4. Nabi Nuh as
5. Nabi Huud as
6. Nabi Shaleh as
7. Nabi Ibrahim as
8. Nabi Ismail as
9. Nabi Luth as
10. Nabi Ishaq as
11. Nabi Ya’qub as
12. Nabi Ayyub as
13. Nabi Yusuf as
14. Nabi Syu’aib as
15. Nabi Dzulkifli as
16. Nabi Musa as
17. Nabi Harun as
18. Nabi Daud as
19. Nabi Sulaiman as
20. Nabi Ilyas as & Nabi Ilyasa as
21. Nabi Yunus as
22. Nabi Zakaria as
23. Nabi Yahya as
24. Nabi Isa as
25. Nabi Muhammad S.A.W

Dalam uraian singkat diatas cukup jelas bahwa ALLOH SWT, telah membentuk jalan keilmuan kedalam dua jalur yaitu :

  1. Jalur secara Hablumminanas (jalur keduniaan, yang sudah tersurat di alam dunia, semua manusia bisa menempuhnya, maka gelar yabng didapatkannya pun gelar keduniaan (gelar Hablumminanas), gelar yang diberikan oleh manusia)
  2. Jalur Khusus yang disebut Jalur Hablumminalloh (jalur dalam pangkuan/genggaman ALLOH SWT / jalur yang tersirat, jalur tol, jalur yang hanya sedikit  manusia bisa menempuhnya, maka gelar yang didapatkannya pun gelar Hablumminalloh, gelar dari sisi ALLOH SWT)

Oleh karena itu tugas kita yang terlahir pada zaman setelah beliau Nabi Muhammad SAW adalah harus sungguh-sungguh menjalankan ajarannya, dimana dalam mempelajari/mengamati harus dihayati sehingga memiliki keyakinan yang sejati atau murni. Untuk mencapai suatu keyakinan yang  murni harus tanpa dipengaruhi oleh kepentingan orang lain,  ambisi pribadi, kelompok atau golongan. Seperti yang sudah diuraikan diatas bahwa jadilah manusia seutuhnya, jangan menjadi manusia robot yang dikendalikan oleh ambisi atau kepentingan orang lain, dialam akhirat nanti yang bisa menyelamatkan diri kita dari siksa api neraka hanya amal baik kita sendiri, “bukan orang lain” maka selama kita hidup di alam dunia ini “BAIK-BAIK DALAM MEMBAWA DIRI”. Apabila kita amati dan kita hayati dalam sejarahnya latar belakang Insan-Insan pilihan yang “dijalurkan/dibimbing” oleh ALLOH SWT, bukan manusia yang memiliki pendidikan yang hebat, bukan juga orang-orang yang bodoh.  Insan-Insan pilihan  tersebut harus memiliki modal JUJUR, DISIPLIN dan SPORTIF serta selalu BERAMAL, SOLEH dan TQWA kepada ALLOH SWT.

 Maka janganlah merasa paling benar dan bangga atau puas atas apa yang telah didapatkan di alam dunia ini karena “kebenaran sejati” berada disisi-ALLOH SWT. Ketika kita dipuja atau dipuji dimuka bumi ini maka belum tentu kita mendapat pujaan atau pujian dari sisi ALLOH SWT. “Benar menurut diri kita ataupun kelompok maka belum tentu benar menurut ALLOH SWT” maka baik-baik lah dalam mengarungi kehidupan dunia ini, “JADIKANLAH QOLBU KITA SEBAGAI FILTER ILMU” karena melalui unsur itu ALLOH SWT menurunkan Rahmat-NYA, ketika kita diperintah oleh orang lain untuk nyebur maka janganlah langsung nyebur” , AMATI dan HAYATI selalu atas apa yang akan kita lakukan, sehingga tindakan atau perbuatan kita tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain. “Selamatkan diri kita sebelum menyelamatkan orang lain”, karena sejatinya ketika kita telah dipanggil ke rahmat ALLOH SWT, orang lain tidak bisa menolong kita kecuali Ilmu yang bermanfaat di dunia, amal baik kita dan do’a anak yang soleh apabila kita meninggalkan keturunan.

“MENYESAL LEBIH DULU SEBELUM MENYESAL KEMUDIAN”

Karena penyesalan tidak ada yang datangnya lebih dulu, kiasan tersebut artinya kita harus mawasdiri, mengakui bahwa manusia itu tidak ada yang luput dari dosa, serta khilap atau kesalahan dan manusia itu sesungguhnya tidak memiliki daya dan upaya, semua atas kehendak dari ALLOH SWT.

Uraian singkat ini semoga bisa menjadi HIKMAH dan bermanfaat bagi kehidupan kita semua, mudah-mudahan tulisan ini akan menjadi “sejarah awal” tentang pengungkapan Risalah ALLOH SWT yang sedang berjalan di muka bumi ini, dimana keberadaannya masih tersirat atau diselimuti tabir. Puji syukur atas berkah dan rahmat dari ALLOH SWT serta Jembatan Para Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing penulis bisa sedikit mengungkapkan atau menyingkapkan tabir yang selama ini masih tersirat. Sekali lagi mudah-mudahan tulisan yang sedikit ini akan menjadi bahan untuk membuat / membentuk filter sebagai benteng iman kita di alam dunia ini.

Pada suatu kesempatan nanti apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan kami akan mengungkapkan bagaimana Para Rosul ALLOH SWT membimbing, menjalurkan dan menjembatani Insan-Insan di dunia. Sehingga masyarakat akan lebih jelas secara rinci, mengetahui bagaimana proses atau tahap-tahap Insan-Insan Habluminalloh mendapat bimbingan. Hal ini akan kami lakukan agar tidak menimbulkan persepsi atau tanggapan-tanggapan yang kurang baik dikalangan masyarakat.

Demikian, terima kasih.

 ALLOH SWT selalu beserta kita.

 Wassalammu’alaikum warohmat-ALLOH wabarokatuh

 Jakarta, 5  Mei  2011

 Ttd

 INSAN HABLUMMINALLOH