Assalammu’alaikum Warohmat-Alloh Wabarokatuh

Segala puji dan rasa syukur yang tiada batas senantiasa kami panjatkan ke Hadhirat ALLOH SWT, pencipta dan penguasa alam semesta.

Sholawat dan salam sejahtera selalu tercurah kepada Para Utusan/Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing menjembatani dan menjalurkan kami ke jalan Ridho-Nya.

Alhamdulillah atas ridho/izin dari ALLOH SWT dan Para Rosul/Utusan ALLOH SWT, saat ini bertepatan di bulan penuh rahmat ini yaitu Ramadhan 1434H  kami bermaksud :

MENYINGKAP TABIR  KERAJAAN  ALLOH SWT  YANG  MELIPUTI  KERAJAAN LANGIT  DAN  BUMI DAN  DIANTARA  KEDUANYA

Sebelum kami mengungkap “Rahasia dari sisi ALLOH SWT” kami dengan rasa rendah hati, menyampaikan mohon maaf bilamana dalam penyampaian berita baik ini ada tulisan-tulisan yang kurang berkenan di hati anda, kesalahan timbul karena kekurangan saya sendiri sebagai penulis, kesempurnaan hanya milik ALLOH SWT. Penulis hanya berusaha menyampaikan apa yang dipahami atau diketahuinya sesuai dengan kemampauan atau keterbatasannya. Namun hal ini tetap harus kami ungkapkan, mengenai “sesuatu” yang selama ini masih menjadi “Rahasia ALLOH SWT”.

Kepada segenap bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia pada umumnya yang dirahmati oleh ALLOH SWT, sesungguhnya tulisan berita baik ini sebagai pencerahan bagi seluruh ummat manusia saat ini, dengan pengungkapan tentang hal ini adalah merupakan sejarah besar dalam peradaban umat manusia. Apabila dikiaskan seperti penemuan harta karun yang tidak ternilai harganya yang terpendam ribuan bahkan jutaan tahun, dimana banyak diburu atau dicari oleh seluruh ummat manusia di dunia, dengan segala cara dan upaya mereka, namun apa daya ALLOH SWT yang punya kehendak.

Para pembaca yang dimuliakan Alloh SWT, anda tidak perlu sulit membeli buku tentang hal ini, cukup anda membaca dalam situs ini maka cakrawala anda akan terbuka,  penulis sebagai hamba ALLOH hanya berharap curahan rahmat dan berkah dari sisi ALLOH SWT.

Para pembaca yang budiman dimanapun anda berada berikut ini kutipan tafsir ayat-ayat Al Quran yang terkait dengan hal ini :

Surah Al-Fatihah, Ayat – 6 & 7 :
Ayat – 6. : Tunjukilah kami jalan yang lurus ( Jalan tol/jalan bebas hambatan)

Ayat – 7. : (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Surah Al-Waqi’ah, Ayat 10-14 :
Dan orang yang paling dulu (beriman) , merekalah yang paling dulu (masuk syurga) , mereka itulah orang yang dekat (kepada Alloh) , berada dalam syurga kenikmatan segolongan besar dari orang yang terdahulu , dan segolongan kecil dari orang yang kemudian.

Surah Al-Baqarah Ayat – 154 :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Alloh, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Surah Ali Imran  Ayat – 169 :
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki

Surah ke 19, Maryam Ayat-58 :
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka bersyukur dengan bersujud dan menangis.

Surah ke 67 Al-Mulk (Kerajaan) : Ayat – 1:
Maha Suci Alloh Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Apabila kita amati dan kita hayati secara mendalam dari kutipan tafsir ayat Al Quran tersebut di atas terkandung makna yang tersirat yang sangat luar biasa dan saling terkait, dalam menjabarkan atau menyingkap tabir makna ayat ini sekilas sangat mudah namun kebanyakan tidak tuntas,  karena terkait dengan rahasia dari sisi Alloh SWT untuk mengungkapkan makna yang tersirat ini sangat perlu petunjuk atau bimbingan  dan ridho dari sisi Alloh SWT.

Dalam Surah Al-Fatihah, Ayat – 6 & 7 yang berkaitan Surah Al-Waqi’ah, Ayat 10-14  yaitu tentang kalimat permohonan / do’a kepada Alloh SWT agar ditunjukan jalan Tol/jalan lurus. Dalam kalimat tafsir ayat Al-Quran ini sesungguhya Alloh SWT memberitahukan atau memberikan isarat kepada kita semua bahwa di alam dunia ini terdapat sebuah jalan Tol  yang tersembunyi untuk dicari oleh ummat muslim. Perlu kita pahami bahwa makna dari jalan Tol ini apabila kita jabarkan sesungguhnya adalah jalan bebas hambatan, dimana jalan bebas hambatan yang Alloh SWT bentuk ini sebagai jalan pintas menuju surga, dimana mencapainya tanpa melalui atau diproses dalam alam Barzah (alam siksa kubur & siksa neraka) dan tanpa Hisab, mereka langsung diangkat atau dimasukan ke Surga atas ridho Alloh SWT. Adanya jalan Tol ini semata-mata sebagai imbalan bagi insan pilihan yang menjalankan perintah-Nya terkait Risalah Alloh SWT. Dari milyaran jumlah ummat manusia saat ini, Alloh SWT hanya meridhoi segolongan kecil saja ummat-Nya untuk mendapatkannya, berarti sebagian besar umat manusia tanpa menyadari harus melewati jalan biasa (melewati proses alam Barzah, melalui hisab). Karena Surah Al-Fatihah ini memiliki kandungan yang sangat istimewa dan luar biasa yaitu sebagai petunjuk menuju pintu surga maka surah ini disebut Umul Quran.

Dalam  Surah Al-Baqarah Ayat – 154 & Surah Ali Imran Ayat-169  yaitu Alloh SWT memberitahukan kepada kita bahwa  orang-orang yang gugur di jalan Alloh SWT yang amal baiknya sempurna diterima disisi Alloh SWT, sesungguhnya atas ridho Alloh SWT mereka tidak pernah mati, mereka tetap hidup dan selalu mendapat limpahan rezeki. Apabila kita hayati secara mendalam di dalam surah ini terdapat suatu rahasia/tabir yang tersirat yang harus di singkapkan/diungkapkan.

Dengan adanya Surah ke 19, Maryam Ayat-58 adalah merupakan jawaban dari maksud Surah Al Fatihah yang memiliki kaitan dengan Surah ke 67 Al-Mulk (Kerajaan) : Ayat – 1 dapatlah kita ungkapkan tentang adanya tabir berita Risalah Alloh SWT yang sedang berjalan dimuka bumi saat ini. Dimana sebagian besar Umat muslim sendiri tidak menyadari atau mengetahuinya,  tidak bisa ditembus atau dijangkau semua ilmu tertinggi manusia baik secara spiritual maupun natural, insan-insan pilihan ini sesungguhnya oleh Alloh SWT disembunyikan ditempat terang atau bertapa di tempat terang “topo ngerame”. Itulah salah satu bukti rahasia dari sisi Alloh SWT.

Berikut ini kutifan tafsir Al Qur’an surah Al Imran ayat 26 dan 27 ( tentang kekuasaan Alloh SWT ) :

26. Katakanlah, “Wahai Rabb pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau mencabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab”.

Dengan mengucapkan fuji syukur ke hadirat Alloh SWT atas berkat rahmat-Nya didapatlah sebuah jawaban tentang yang tersirat ini dimana sipenulis dalam mendapatkan jawaban untuk mengungkapkan tabir ini memerlukan suatu proses perjalanan panjang yang penuh ujian baik lahir maupun batin sampai akhirnya Alloh SWT memberikan hidayah kepahaman dan meridhoi untuk menyapaikannya lewat situs ini, yaitu :

Sebelum atau menjelang alam dunia ini dikiamatkan, segolongan kecil  insan-insan pilihan yang telah mendapatkan tempat disisi Alloh SWT, yang akan dijadikan wakil/tangan Alloh SWT di alam dunia, yang mengemban suatu tugas baru sebagai estafet untuk menerima dan menjalankan Amanah dari sisi Alloh SWT, yaitu Membantu, Menata, Membangun, Mensejahterakan dan Memakmurkan ummat manusia di alam dunia saat ini sesuai dengan ridho Alloh SWT.  Insan-insan pilihan ini tidak diketahui dan tidak disadari keberadaannya (sampai ketetapan Alloh SWT turun, baru insan-insan ini akan diketahui oleh seluruh ummat manusia di dunia). Mereka sudah terdaftar/ditetapkan oleh Alloh SWT, yang kemudian dijadikan jembatan/jalan Tol bagi  ummat manusia di dunia menuju ridho Alloh SWT.

Berikut ini kutipan tafsir Al Quran dan hadist yang terkait :

Surah Al Anbiya Ayat-92, 93, 94 :
Ayat-92 : Sesungguhnya (agama tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabb-mu, Maka sembahlah Aku.

Ayat-93 : Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. kepada kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.

Ayat-94 : Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, Maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan Sesungguhnya kami menuliskan amalannya itu untuknya.

Dari kutipan tafsir Surah Al Anbiya Ayat-92,93,94 memiliki makna bahwa ummat Islam akan terbagi menjadi bergolong-golongan, dimana ketika kembali ke kampung halamannya yaitu alam akhirat nanti masing-masing golongan itu akan diminta pertanggungjawabannya.  

Kemudian banyak hadist yang menerangkan bahwa ummat Islam menjelang akhir zaman akan trpecah kedalam beberapa golongan/mazhab/firqoh dan oleh sebagian ummat hadist ini pun masih dipertentangkan kesahihannya , adapun hadist-hadist tersebut adalah :

Dari Abdulloh bin Amr ra berkata :Rasul-Alloh SAW bersabda : “Sungguh akan datang kepada umatku apa yang telah datang atas Bani Isroil sejajar sandal dengan sandal, sehingga jika ada orang dari mereka yang mensetubuhi ibunya secara terang-terngan sungguh akan ada di dalam umatku orang yang berbuat seperti itu, dan sesungguhnya Bani Isroil telah terpecah menjadi dua puluh tiga golongan, dan akan terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan yang semua mereka di dalam neraka kecuali satu golongan saja”, Para sahabat bertanya : Dan siapakah dia itu wahai rasul-Alloh? Beliau menjawab : “Mereka yang tetap di jalanku dan jalan para sahabatku”. (H.R. at-Tirmidzi No : 2641).

Dari ‘Auf bin Malik ra berkata :
Rasul-Alloh bersabda : “Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, lalu yang satu golongan di dalam surga dan yang tujuh puluh di dalam neraka, dan Nashroni telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, lalu yang tujuh puluh satu di dalam neraka dan yang satu golongan di dalam surga, dan demi Dzat Yang jiwa Muhammad di dalam genggaman-Nya sungguh akan terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, yang satu di dalam surga dan yang tujuh puluh dua di dalam neraka”, Rasul-Alloh ditanya : Wahai Rasul-Alloh, siapa mereka itu? Beliau menjawab : “al-Jama’ah”. (H.R. Ibnu Majah No : 3992, dan Ahmad No : 12487 dari Anas bin Malik ra, dan redaksi hadits miliknya Ibnu Majah).

Dari pada Abu Bakar , Rasul-Alloh SAW bersabda yang bermaksud :
“Aku dianugerahi Alloh 70,000 orang dari umatku masuk syurga tanpa hisab. Wajah mereka nampak seperti bulan pada malam purnama. Hati mereka semuanya sama. Lalu, aku memohon tambahan kepada Alloh dan Alloh menambahkan untukku setiap satu orang menjadi 70,000 orang .” (Hadis riwayat Ahmad dalam Musnad dengan sanad yang sahih) .

Kandungan makna dari uraian hadist tersebut diatas sesungguhnya jelas sudah ada dalam Al-Quran Surah Al-Waqi’ah, Ayat 14 : dan segolongan kecil dari orang yang kemudian (orang-orang setelah Beliau Nabi Muhammad wafat) yang berada dalam Surga kenikmatan (terjamin dunia dan akhiratnya). Segolongan kecil inilah yang dicari oleh ummat manusia saat ini, namun kebanyakan terkecoh atau terjerembab oleh pola pikir, ego & panatisme mereka sendiri, sehingga petunjuk atau hidayah dan ridho dari sisi Alloh SWT tidak turun atau tidak didapatkan.  Jalan Tol/ jalan bebas hambatan ini, diera atau zaman ummat manusia sekarang ini semenjak Beliau Nabi Muhammad wafat, sangat sulit bisa mendapatkannya karena keberadaanya tersembunyi, maka sudah sangat jelas sesuai urauan ayat-ayat Al-Quran tersebut di atas sebagian besar ummat saat ini, ketika mencari jalan pulang ke kampung halamannya (alam akhirat) sangat mungkin telah berusaha meraih surga dengan “ego & fanatisme” mereka,  namun malah tidak disadarinya bahwa mereka masuk melalui jalan biasa atau melalui jalan alam Barzah.

Atas berkat dan rahmat dari sisi Alloh SWT dibulan yang penuh magfiroh ini (Romadhan 1434H/2013M)  penulis berusaha menyampaikan sedikit gambaran bagaimana sesungguhnya bentuk atau susunan dari jalan Tol (jalan bebas hambatan), yang disembunyikan oleh Alloh SWT di alam kehidupan kita ini. Bertepatan dimalam diturunkannya “AL Qur’an” yaitu tanggal 17 Romadhan ini akhirnya Alloh SWT ridho menurunkan rahmatnya kepada kita semua mengenai berita gembira tentang pengungkapan  kekuasaannya di muka bumi ini menjelang akhir zaman.

Seperti yang kita ketahui bahwa yang disebut kerajaan sudah pasti terdapat Raja, Para Mentri, Pasukan dan wilayah kekuasaan yang didalamnya terdapat rakyat atau bangsa-bangsa. Susunan baku ini dapatlah kita ambil sebagai acuan yang kuat dan jelas untuk bisa mengungkapkan tentang bagaimana Alloh SWT bisa menjalankan kekuasaannya yang meliputi kerajaan langit dan bumi.

Mari kita ungkap bagaimana sesungguhnya petunjuk yang disembunyikan oleh Alloh SWT tentang kerajaan-Nya. Berdasarkan acuan analisa dari surah ke 19, Maryam Ayat-58 tersebut di atas, sesungguhnya kita sudah bisa tahu siapa-siapa saja insan-insan pilihan yang dipercaya penuh oleh Alloh SWT untuk menjalankan kerajaan-Nya yang meliputi kerajaan langit dan bumi, seperti yang sudah dijelaskan juga dalam Surah Al-Baqarah Ayat – 154 & Surah Ali Imran  Ayat – 169 insan-insan pilihan yang gugur dijalan-Nya ini  tidak pernah mati, artinya Beliau-Beliau lah Para Nabi dan Para Rosul Alloh SWT yang sudah diterima disisi Alloh SWT, yang menerima dan menjalankan Kerajaan Alloh SWT baik di langit maupun di bumi. Karena sifatnya sudah berada didalam lingkungan Alloh SWT, insan-insan pilihan ini tidak akan pernah bisa kita temui langsung tanpa izin atau ridho dari Alloh SWT, ketika manusia di dunia ini bisa berinteraksi dengan insan-insan pilihan ini berarti ada kemungkinan besar manusia tersebut akan dijadikan oleh Alloh SWT bagian dari susunan Kerajaan Alloh SWT (untuk menerima dan menjalankan Risalah Alloh SWT di dunia).

Berikut ini adalah susunan tugas pelaksana KERAJAAN ALLOH SWT yang meliputi kerajaan langit dan bumi terkait Risalah Alloh SWT menjelang akhir jaman :

HIRARKI KERAJAAN MILIK ALLOH
(apabila di klik tulisan ini secara otomatis akan tercopy ke dalam komputer anda)

Berita mengenai susunan tugas tanggung jawab sebagai pelaksana Risallah Alloh SWT yang diuraikan di atas, diperoleh dari kisah nyata perjalanan panjang si penulis tanpa ada unsur rekayasa atau dongeng semata, di dalam mendapatkannyapun sangatlah penuh dengan ujian dan cobaan baik lahir maupun batin, fuji syukur ke khadirat Alloh SWT akhirnya si penulis dapat sedikit menyampaikannya di dalam situs ini, sehingga ummat manusia saat ini bisa semakin terbuka pola pikirnya, yang pada akhirnya kita akan semakin bertaqwa dan beriman kepada Alloh SWT, yang telah melimpahkan dan mencurahkan rahmatnya kepada kita manusia di dunia saat ini, menjelang akhir jaman.

Adapun waktu pengungkapan tentang hal ini, di turunkan atau dibuka dan disampaikan dalam situs ini bertepatan malam diturunkannya “AL QUR’AN”, malam Jum’at 17 Ramadhan 1434H adalah merupakan sebagai rasa syukur kami kepada Alloh SWT dan sebagai rasa hormat kami kepada Para Utusan Alloh SWT beserta Para Pengiringnya, yang bahu membahu tanpa kenal lelah dari jaman ke jaman,  tetap tawadu menjalankan perintah Alloh SWT untuk menyelamatkan dan membimbing ummat manusia menjelang akhir zaman walaupun ummatnya sendiri belum mengetahui atau menyadarinya.

Demikian, pengungkapan singkat ini kami sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua. Pengungkapan ini sesungguhnya memiliki indikasi bahwa bangsa Indonesia bersiap-siap akan dijadikan MEKAH KEDUA oleh ALLOH SWT menjelang dunia di akhirkan, maka baik-baiklah dalam menjalani kehidupan ini, dan berwasiat kepada para pemimpin bangsa dan ulama di dunia berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak karena sesungguhnya Alloh SWT selalu memantau dan mengontrol kita semua melalui tangan-tangan Alloh SWT di dunia, tanpa kita ketahui dan kita sadari.

Alloh SWT selalu beserta kita.

Wassalammualaikum Warohmat-Alloh Wabarokatuh.

Jakarta 25 Juli 2013

INSAN HABLUMMINALLOH