Assalammu’alaikum warohmat-ALLOH wabarokatuh

Segala puji dan rasa syukur yang tiada batas senantiasa kami panjatkan ke Hadhirat ALLOH SWT, pencipta dan penguasa alam semesta.

Sholawat dan salam sejahtera selalu tercurah kepada Para Utusan/Rosul ALLOH SWT, yang telah membimbing, menjembatani dan menjalurkan kami ke jalan Ridho-Nya.

Sebelum kami mengungkap hal ini dengan rasa rendah hati, menyampaikan mohon maaf bilamana dalam meyampaikan berita baik ini ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati anda (kekurangan, kelemahan atau kesalahan itu tibul karena manusianya, kesempurnaan hanya milik ALLOH SWT). Berita baik ini tetap harus kami ungkapkan, mengenai “sesuatu” yang selama ini masih menjadi “Rahasia ALLOH SWT”.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada ALLOH SWT, atas ridho/izin dari ALLOH SWT dan Para Rosul/Utusan ALLOH SWT, saat ini kami bermaksud :

“MENGUNGKAP REFORMASI SEJATI”

Maksud dari PENGUNGKAPAN REFORMASI SEJATI ini terkait dengan adanya anggapan dikalangan masyarakat/bangsa Indonesia, bahwa proses reformasi yang dimulai setelah masa orde baru, tidak sesuai dengan harapan yang sesungguhnya alias KEBABLASAN dalam kata lain TIDAK TERARAH.

Oleh karena itu sipenulis akan berusaha mengungkapkan kenapa reformasi saat ini bisa TIDAK TERARAH, sehingga menimbulkan ketidak pastian atau ketidak setabilan pembangunan ekonomi di  Indonesia yang berdampak sistemik dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Kita semua tahu bahwa Reformasi terjadi atau timbul sebab akibat dari adanya kerisis ekonomi di kawasan asia yang terjadi pada tahun 1997, dimana suka tidak suka bangsa Indonesia harus ikut merasakan dampaknya, yang pada akhirnya mendorong perubahan atau pergantian kepemimpinan di Negara Republik Indonesia yang terjadi pada tahun 1998.

Dalam kondisi situasi kerisis ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian, “memaksa”  kendali kepemimpinan dari tangan SOEHARTO harus berpindah dan sampai detik ini perpindahan atau pergantian demi pergantian kepemimpinan terus bergulir tanpa ada yang memiliki haluan atau arah yang jelas (Loss Control alias KEBABLASAN).

Pemimpin adalah IMAM , seperti yang sudah diungkapkan dalam tulisan sebelummnya bahwa ketika suatu Negara dipimpin oleh pemimpin yang tidak memiliki haluan (tidak memiliki hubungan yang kuat kepada ALLOH SWT, belum mengetahui atau mengenal jati dirinya dihadapan ALLOH SWT) sudah pasti sebagaian besar bangsanya atau rakyatnya akan menderita atau merasa kesulitan, karena pemimpinnya  tidak ada pijakan atau pegangan sebagai acuan yang kuat dalam membangun bangsanya.

Pada pase atau masa setelah kempemimpinan Presiden SOEHARTO sampai dengan saat ini, disadari atau tidak sesungguhnya telah mengungkap siapa sesungguhnya yang menjajah atau membelenggu negri atau bangsa Indonesia saat ini, dari kenyataan ini akhirnya mendapatkan alasan yang sangat kuat untuk mengungkapkan tentang kenapa bisa terjadi REFORMASI YANG KEBABLASAN alias TANPA ARAH atau HALUAN.

Sipenulis adalah manusia biasa seperti yang lainnya, sebelum menulis suka tidak suka harus melalui sebuah perjalanan ujian dan cobaan yang begitu berat, hal ini terjadi agar dalam setiap pengungkapan sesuai dengan yang sesungguhnya. Sipenulis adalah saksi langsung dalam kejadian tahun 1997 dan tahun 1998 dimana pada masa tahun-tahun itu belum memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi, mudah terpropokasi dan masih Idealis namun  seiring waktu berjalan, masa demi masa sampai dengan saat ini akhirnya sipenulis mulai terbuka Qolbunya untuk menghayati apa yang sesungguhnya yang sedang terjadi dalam kehidupan kita ini. Dengan memanjatkan fuji syukur kepada ALLOH SWT pada akhirnya ALLOH SWT meridhoi harus menyaksikan, melewati  dan merasakan sebuah proses perjalanan diluar nalar logika umum, yang pada akhirnya pada tahun 2009 harus memulai untuk mengungkapkan lewat tulisan apa yang sesungguhnya sedang terjadi dalam kehidupan kita ini.

Dari pengalaman perjalanan kehidupan sipenulis inilah akhirnya menjadi bahan untuk mengungkapkan apa yang akan dan sedang  terjadi, suka tidak suka, siap tidak siap bangsa Indonesia harus menerima tentang pengungkapan hal ini, dengan tujuan agar anak cucu kita dalam menjalani kehidupannya akan lebih baik dan bahagia sehingga kita tidak dicap manusia yang mewariskan peradaban dan sejarah kesusahan atau kesulitan bagi generasinya.

REFORMASI timbul akibat kerisis ekonomi, namun akibat dari “memaksakan” sebuah pendapat atau keinginan yang tumbuh dari EGO kelompok dan golongan yang tidak memiliki landasan yang kuat mengakibatkan diri kita sendiri merasakan dampak kesulitan. Sejarah telah banyak membuktikan bahwa  manusia dalam kehidupannya selalu belajar dari kesalahannya, menyadari akan kesalahannya ini apabila dihayati menggunakan Qolbu yang baik maka pada akhirnya akan menemukan jatidiri yang sesungguhnya (bisa sampai kepada kesempurnaannya).

MENGINGAT INDONESIA ADALAH WADAH ATAU LUMBUNGNYA KEBERKAHAN (“BAITUL-MALL”) YANG DITURUNKAN DARI SISI ALLOH SWT UNTUK DIGUNAKAN SELURUH UMMAT MANUSIA MENJELANG AKHIR JAMAN. MAKA HALUAN YANG JELAS DAN LANDASAN YANG KUAT ADALAH “JATI DIRI SEJATI” YANG WAJIB DAN PERLU DI MILIKI OLEH PEMIMPIN BANGSA INDONESIA INI, SEHINGGA “REFORMASI YANG SEJATI” BISA TERWUJUD. HAL INI SEBAGAI PEGANGAN UMMAT MANUSIA DAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN KESELAMATAN DAN KEBAHAGIAAN DUNIA & AKHIRAT YANG DIRIDHOI OLEH ALLOH SWT.

SUPERSEMAR SEJATI adalah modal utama dalam membentuk haluan, tanpa supersemar ini seperti yang sudah diuraikan dalam judul “MENGUNGKAP MAKNA YANG TERSIRAT DALAM PEMBUKAAN UUD 45-RI TERKAIT KEMERDEKAAN SEJATI” arah dan tujuan pembangunan yang sesuai dengan harapan bangsa sulit bisa tercapai.

ATAS RIDHO ALLOH SWT SUPERSEMAR SEJATI MEYATU DENGAN JATI DIRI PEMIMPIN SEJATI, tidak bisa terpisahkan saling terkait, tidak bisa direbut atau dikuasai atau direkayasa oleh kepentingan EGO manusia, baik pribadi, kelompok maupun golongan, apabila ada yang mencoba untuk merebut atau menguasai ini dengan cara merekayasa maka secara otomatis situasi dan kondisi bangsa akan terpuruk yang pada akhirnya berdampak sistemik terhadap perekonomian global.

“PEMIMPIN SEJATI” PEMEGANG ESTAPET “SUPERSEMAR SEJATI”

DISINILAH LETAKNYA BAHWA INDONESIA ADALAH MEMILIKI PERANAN KUNCI DALAM PERADABAN KEHIDUPAN ERA GLOBALISASI INI. BANGKITNYA BANGSA INDONESIA AKAN BERDAMPAK SISTEMIK TERHADAP BANGKITNYA PEREKONOMIAN GELOBAL, “INI SUDAH MENJADI KEHENDAK ALLOH SWT UNTUK MENGATUR TATANAN UMMAT MANUSIA DI DUNIA”

Nah… cukup jelas kan, kenapa reformasi menjadi kebablasan ?!… , semangat Reformasi yang mulia yang muncul setelah terjadi kerisis ekonomi tahun 1997, “TANPA SUPERSEMAR SEJATI”, hal ini terjadi dikarenakan pola kepemimpinannya telah dimanfaatkan dan dimanipulasi oleh ambisi pribadi dengan cara bersekongkol untuk merekayasa  ego kelompok dan golongan demi mencapai tujuannya, sehingga kenyataan ini terus bergulir sampai di penghujung tahun 2013 mejelang pergantian pemimpin bangsa Indonesia di tahun 2014.

Saya sebagai penulis tidak bosan-bosannya terus ber-do’a kepada ALLOH SWT, semoga para tokoh, para pakar, para pemimpin ummat ini dan bangsa ini bisa segera menyadarinya, sehingga keyataan pola kepemimpinan di negri ini yang terjadi saat ini tidak terus bergulir sampai ke generasi berikutnya, jadilah manusia yang mewariskan seuatu yang bermanfaat bagi generasi kita.

Semuanya sudah clear and clean, tinggal bangsa dan ummat ini mau atau tidak untuk menuju yang diridhoi oleh ALLOH SWT,  syaratnya sudah di uraikan dalam judul tulisan sebelumnya,  yaitu “MENGUNGKAP MAKNA YANG TERSIRAT DALAM PEMBUKAAN UUD 45-RI TERKAIT KEMERDEKAAN SEJATI”

Untuk mencapai dan menyelesaikan menjadi clear and clean sampai dengan terbukanya pintu BAITUL MAL, manusia di dunia tidak akan mampu untuk memproses dan mencapainya tanpa keterlibatan atau peranan manusia yang sempurna baik langsung maupun tidak langsung yang diturunkan kembali dari sisi ALLOH SWT, hal ini terjadi dikarenakan rintangan batas ruang dan waktu serta ambisi atau ego manusia pasti akan menghambat dalam mengurus atau memproses untuk menyusun, mengelola dan mengontrolnya. Inilah bukti bahwa ALLOH SWT tetap mengendalikan kehidupan manusia di dunia sampai detik ini dengan tujuan agar manusia bisa selamat dunia dan akhirat.

Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap RAHASIA DARI SISI ALLOH SWT SUDAH TERKUAK ATAU TERBUKA untuk diketahui oleh ummat manusia di dunia. Dalam pengungkapan ini si penulis sebelummnya telah mendapatkan dan melalui sebuah proses ujian lahir dan batin yang sangat berat dimana pada pergantian tahun Islam 1434 H ke tahun 1435 H, selama tujuh hari tujuh malam jasad dan roh harus rela dipisah demi mensucikan lahir dan batin, kemudian tujuh hari tujuh malam harus masuk rumah karantina karena sudah dianggap gila, tujuh hari tujuh malam berikutnya atas permintaan keluarga harus mengikuti terapi untuk membuang unsur jahat katanya, padahal saya tidak ada masalah tapi karena sudah dicap seperti orang gila akhirnya saya harus menerima kondisi ini karena tidak ada yang tahu apa sesungguhnya yang sedang terjadi pada diri saya, kemudian tujuh hari tujuh malam selanjutnya adalah untuk pemulihan pisik atau jasmani agar saya bisa beraktipitas kembali. Selama satu bulan lebih dalam masa ujian tersebut saya sebagai penulis tidak bisa bekerja untuk mencari napkah keluarga, dengan mengucapkan fuji syukur kepada ALLOH SWT akhirnya bisa dilalui sehingga saat ini bisa bekerja kembali seperti biasa dan bisa menyampaikan berita kembali melalui tulisan dalam situs ini.

Manusia tinggal memilih lewat jalur mana untuk disadarkan, Lebih baik di ingatkan lewat tulisan atau diingatkan lewat kejadian gejolak alam yang sudah dan sedang terjadi dalam kehidupan kita saat ini.

Contoh kejadian alam sudah banyak terjadi, tetapi toh tidak banyak merubah pola pikir para pemimpin bangsa ini. Awal tahun baru 2013 pernah diingatkan dengan banjir yang melanda Istana di Jakarta, tetapi budaya festa menjelang tahun baru 2014 yang dilakukan di Jl. Tahmrin atas gagasan dari para pemimpin Pemerintah DKI yang baru ini tetap saja di ulang lagi, banyak-banyaklah melakukan syukuran kepada ALLOH SWT dan dengan dana festa itu bisa digunakan untuk membantu anak yatim piatu serta rakyat yang tidak mampu. Kenapa saya sampaikan ini, sekedar info saja, pada menjelang akhir tahun 2012 saya sendiri pernah mendapatkan petunjuk bahwa akan terjadi banjir dalam lingkungan atau lokasi kerja saya, sampai akhirnya saya harus memberitahu teman-teman kerja saya untuk beriap-siap menghadapi banjir, tapi dianggap tidak serius, ya sudah saya pasrah saja…., akhirnya terjadi banjir setelah ada acara festa tahun baru di Jl.Thamrin. Dengan kejadian banjir ini akhirnya saya ikut sibuk untuk mengurusi dampak banjir itu yang menimpa di aera kerja saya, bahkan sampai detik ini saya menyaksikan langsung bagaimana dampak banjir ini jadi ajang “PROYEK” untuk mengangkat popularitas demi mengambil hati rakyatnya, “PADAHAL KEJADIAN BENCANA BANJIR  ITU ADALAH PERINGATAN DARI ALLOH SWT UNTUK BAHAN RENUNGAN”.

Jadi dari situasi perjalanan kehidupan yang dialami si penulis saat ini sesungguhnya sedang mempelajari dan terjun untuk peraktek langsung, bagaimana mengetahui situasi dan kondisi system pembangunan dilingkungan bangsa ini, sehingga suatu saat bisa bermanfaat bagi pembangunan yang diridhoi oleh ALLOH SWT, (anda analisa sendiri saya sedang berada dilingkungan mana), mudah-mudahan ini akan menjadi sejarah untuk diingat bangsa ini.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita dan generasi kita selanjutnya sehingga mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi didalam kehidupan kita saat ini. Baik buruknya harus kita sampaikan sehingga menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya dalam melanjutkan kehidupan di dunia yang diridhoi oleh ALLOH SWT.

Wassalammu’alaikum warohmat-ALLOH wabarokatuh.

Jakarta, 31 Desember 2013

Ttd

INSAN HABLUMMINALLOH